Banjir di Wilayah Kecamatan Ploso Tenggelamkan Bibit Padi, Petani Rugi Jutaan Rupiah

: Kondisi lahan pertanian di Dusun Cuwalang, Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso ketika terendam air akibat banjir yang melanda diwilayah tersebut. (Istimewa/KabarJombang).
  • Whatsapp

PLOSO,KabarJombang.com– Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, kembali berimbas pada sektor pertanian. Lahan pertanian di Dusun Cuwalang, Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, terendam banjir akibat meluapnya air sungai, Kamis (20/11/2025). Hal itu mengakibatkan para petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Banjir mulai meluap sejak, Rabu (19/11/2025) siang yang merendam sejumlah area persawahan, termasuk semaian padi yang masih berusia sekitar satu minggu. Kondisi tersebut membuat para petani khawatir, mengingat bibit padi yang masih muda sangat rentan terhadap genangan air.

Baca Juga

Saman, salah satu petani di Dusun Cuwalang, mengungkapkan rasa kesedihannya ketika melihat semaian padi miliknya tenggelam. Menurutnya, banjir kali ini tidak hanya merendam lahan miliknya, tetapi juga sawah di kanan dan kiri yang sudah memasuki masa pertumbuhan lebih besar.

“Usia semaian padinya sudah seminggu, terkena banjir jadi terendam semua. Tidak hanya milik saya, sawah kanan dan kiri juga ikut terendam. Bahkan benih padi yang sudah besar ikut terendam, cuma kelihatan ujungnya saja,” ungkapnya.

Ia memperkirakan kerugian yang dialami para petani mencapai jutaan rupiah. Ia terpaksa menyemaikan ulang benih setelah air surut dan mencari lokasi yang lebih aman dari potensi genangan.

“Luas lahannya 7.000 meter persegi. Ini habis ditanami jagung, barusan panen, dan rencananya mau ditanami padi. Semoga banjir segera surut sehingga petani bisa menanam padi,” ujarnya.

Ia menambahkan, banjir datang secara tiba-tiba dan dengan cepat menggenangi lahan. Kekhawatiran muncul apabila hujan kembali turun pada sore hari, karena dapat memperlambat surutnya air serta memperparah kerusakan semaian.

“Kalau nanti sore hujan lagi ya tidak surut-surut airnya. Semoga nanti tidak hujan sehingga airnya cepat surut. Banjir kali ini yang kedua, sebelumnya sudah kemarin dan sekarang terulang lagi,” pungkasnya.

Para petani di Desa Daditunggal berharap adanya perhatian dan solusi jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap mengancam keberlangsungan produksi pertanian di wilayah tersebut.

Berita Terkait