JOMBANG, KabarJombang.com – Genangan banjir yang sempat merendam lahan pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang mulai berangsur surut. Berdasarkan data hingga Jumat (16/1/2026), sebagian besar titik genangan telah mengering, termasuk di Kecamatan Ngusikan yang kini dilaporkan bebas dari banjir.
Meski kondisi mulai membaik, dampak banjir terhadap sektor pertanian masih menjadi perhatian serius. Dinas Pertanian Kabupaten Jombang mencatat total luas lahan persawahan terdampak mencapai 307,11 hektare yang tersebar di delapan desa pada tiga kecamatan, yakni Ngusikan, Ploso, dan Kesamben.
Kecamatan Ngusikan menjadi wilayah dengan dampak terluas. Persawahan di Desa Kedungbogo, Ketapangkuning, Keboan, dan Sumbernongko sempat terendam banjir selama beberapa hari. Dari total 151,11 hektare lahan terdampak di wilayah tersebut, sekitar 65 hektare dipastikan mengalami puso atau gagal panen akibat tanaman padi terendam terlalu lama.
Namun, hingga Jumat kemarin, seluruh genangan di Kecamatan Ngusikan telah sepenuhnya surut.
Sementara itu, di Kecamatan Kesamben, genangan air masih tersisa di beberapa titik meski volumenya terus menurun. Persawahan di Desa Carangrejo dan Watudakon dengan luas sekitar 25 hektare masih dalam kondisi lembap pascabanjir.
Di Kecamatan Ploso, banjir sebelumnya merendam lahan pertanian di Desa Jatigedong dan Gedongombo dengan total luas sekitar 131 hektare. Hingga akhir pekan ini, sebagian besar genangan dilaporkan telah surut, namun kondisi tanaman masih dalam tahap pemantauan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan dan asesmen lapangan sejak awal kejadian. Menurutnya, tidak semua sawah yang sempat tergenang otomatis mengalami gagal panen.
“Dari total 307,11 hektare sawah yang terdampak, yang sudah dipastikan puso baru seluas 65 hektare dan itu berada di Kecamatan Ngusikan. Lokasi lain masih kami evaluasi karena genangan sudah mulai surut,” ujar Rony saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).
Ia menegaskan, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan bagi petani terdampak, khususnya berupa bantuan benih padi untuk masa tanam berikutnya.
“Petugas masih turun ke lapangan untuk memastikan kondisi tanaman. Bantuan benih akan kami salurkan setelah lahan benar-benar siap ditanami kembali,” pungkasnya.









