Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Bertambah, 259 Siswa Terdampak

Kondisi siswa SMPN 1 Kabuh ketika mendapatkan perawatan medis usai memakan menu MBG, Rabu (2/9/2026). (Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, terus bertambah.

Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat 259 siswa terindikasi mengalami keluhan kesehatan, dengan tiga di antaranya masih menjalani rawat inap.

Baca Juga

Kepala Dinkes Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan jumlah tersebut merupakan pembaruan dari data sebelumnya. Tiga siswa tambahan tercatat mengalami keluhan pada Kamis (3/9/2026) sore.

“Kemarin sore itu ada tambahan tiga, jadi yang opname itu ada 10. Tapi update terbaru hari ini sekitar jam 8, jam 9 tadi sudah dilakukan visitasi sama dokternya, tujuh orang sudah diperbolehkan pulang. Jadi tinggal tiga,” ujar Hexawan, Jumat (4/9/2026).

Tiga siswa yang masih menjalani perawatan diketahui mengalami diare dan mual. Mereka masih mendapatkan penanganan medis untuk memulihkan kondisinya.

“Kondisi ketiga yang terindikasi keracunan saat ini masih diare sekali, kemudian masih mual-mual saja,” ungkapnya.

Dinkes Jombang masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab munculnya keluhan tersebut. Sampel bahan makanan yang dikonsumsi siswa akan diperiksa di laboratorium di Surabaya.

“Kami masih menduga. Jadi sekarang melakukan pemeriksaan ke bahan makanannya. Bahan makanannya nanti dikirim ke PLK Surabaya,” jelas Hexawan.

Menurutnya, dari sejumlah sekolah yang menerima MBG dari SPPG Mangunan Kabuh, indikasi kejadian serupa sejauh ini hanya ditemukan di SMPN 1 Kabuh. Dinkes juga menelusuri kemungkinan adanya perbedaan proses pengolahan makanan dalam beberapa batch.

“Kami juga baru mengerti ternyata satu paket itu atau satu masakan ternyata ada yang beda-beda. Jadi masakan di SPPG itu ada batch-batch masakannya masing-masing, ternyata jam segini, jam segini. Kalau orang awam tahunya hanya satu paket saja, padahal ada masakan yang beda-beda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak seluruh siswa yang mengalami keluhan harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Sebagian memilih melakukan pengobatan secara mandiri dan kondisinya membaik.

“Karena ada beberapa yang pengobatan sendiri di hari itu, minum obat selesai, sembuh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala SPPG Mangunan Kabuh, Cakra Riski Vortuna, mengatakan menu MBG yang dibagikan kepada siswa SMPN 1 Kabuh pada Rabu (2/9/2026) terdiri atas udang saus Padang, pepaya, sayur tumis, dan tahu.

SPPG Mangunan Kabuh melayani 19 sekolah dengan total sebanyak 2.899 penerima manfaat. Dari seluruh sekolah tersebut, laporan keluhan kesehatan hanya berasal dari SMPN 1 Kabuh.

“Yang mengeluhkan karena keracunan hanya SMPN 1 Kabuh. Total penerima manfaat untuk sekolah tersebut 689 dan tidak semuanya mengalami hal tersebut,” kata Cakra.

Ia menegaskan bahan makanan yang digunakan telah diterima sehari sebelum dimasak. Ia juga memastikan proses pengolahan makanan dilakukan sesuai petunjuk teknis dan SOP.

“Kalau untuk bahannya sudah sesuai juknis karena datangnya H-1, kemudian untuk memasaknya sudah sesuai SOP-nya, tidak melebihi batas sewajarnya,” ungkapnya.

Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami ratusan siswa SMPN 1 Kabuh masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.

 

 

Berita Terkait