Ratusan Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Diduga Keracunan MBG, Dinkes Telusuri Penyebabnya

Kondisi peserta didik SMPN 1 Kabuh ketika mendapatkan perawatan medis imbas usai santap menu MBG. (Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com- Sebanyak 256 peserta didik SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).

Hingga Kamis (3/9/2026), tujuh siswa masih menjalani rawat inap karena mengalami lemas dan membutuhkan rehidrasi.

Baca Juga

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan 256 siswa tersebut merupakan data yang telah divalidasi hingga Kamis.

Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena pendataan dan pemantauan masih berlangsung.

“Sebanyak 256 ini, ada kemungkinan masih bergerak terus, nanti apakah ada yang masuk lagi di Puskesmas atau tidak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).

Tujuh siswa yang masih dirawat, sebagian besar mengalami kondisi lemas dan saat ini mendapatkan rehidrasi. Hexawan menyebut kondisi mereka sudah membaik dan diperkirakan dapat segera pulang.

“Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling rehidrasi saja. Mungkin besok sudah pulang,” ucapnya.

Selain tujuh siswa yang menjalani rawat inap, sekitar 74 siswa masih mendapatkan perawatan rawat jalan di Puskesmas maupun klinik, termasuk Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa. Sementara siswa lainnya menjalani pengobatan secara mandiri.

Keluhan yang dilaporkan meliputi diare, mual, muntah, dan pusing. Gejala mulai dirasakan sejumlah siswa beberapa jam setelah mengonsumsi MBG.

Makanan MBG tersebut disantap siswa pada Rabu sekitar pukul 11.30 WIB. Keluhan kemudian mulai muncul pada sore hingga malam hari.

Hexawan mengatakan, pada awalnya sejumlah siswa menganggap keluhan yang dialami sebagai diare biasa.

Namun, setelah pihak sekolah menghimpun laporan dan dilakukan pendataan oleh Dinkes, jumlah siswa yang mengalami keluhan diketahui cukup banyak.

“Jadi kejadiannya mulai dari kemarin, Rabu (2/9/2026). Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak,” jelasnya.

Dinkes Jombang selanjutnya melakukan pendataan dan validasi terhadap siswa yang mengalami keluhan. Penanganan medis menjadi prioritas, sementara petugas juga melakukan langkah lanjutan untuk menelusuri kemungkinan penyebab munculnya keluhan secara bersamaan.

Hingga Kamis sore, total 256 siswa telah terdata mengalami keluhan kesehatan. Dinkes masih memantau perkembangan kasus dan membuka kemungkinan adanya penambahan jumlah laporan.

Sebelumnya, Kepala SPPG Kabuh Mangunan, Cakra Riski Vortuna, menduga olahan udang dalam menu MBG menjadi penyebab, meski kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Menu MBG yang diberikan kepada siswa SMPN 1 Kabuh, Rabu (2/9/2026) terdiri atas udang saus Padang, pepaya, sayur tumis, dan tahu.

Menurut Cakra Riski, dari 19 sekolah yang dilayani SPPG Mangunan Kabuh, laporan keluhan hanya berasal dari SMPN 1 Kabuh.

 

 

Berita Terkait