Ratusan Siswa SMPN 1 Kabuh Diduga Keracunan MBG, DPRD Jombang Minta SPPG Diperiksa

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang dari Fraksi PDIP, Ama Siswanto. (Istimewa). 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com-Sebanyak 256 siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, dilaporkan mengalami sejumlah gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan yang dirasakan para siswa antara lain diare, mual, muntah, pusing hingga sakit perut. Gejala tersebut mulai muncul beberapa jam setelah makanan MBG dibagikan pada Rabu (2/9/2026) lalu.

Baca Juga

Kasus yang melibatkan ratusan siswa tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Jombang. Dewan meminta adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pemasok makanan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang dari Fraksi PDIP, Ama Siswanto, mengatakan penelusuran perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan sekaligus memastikan seluruh proses penyediaan dan pendistribusian makanan telah sesuai prosedur.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui Satgas MBG Jombang harus segera melakukan investigasi, termasuk mengecek kemungkinan adanya prosedur operasional standar (SOP) yang tidak dijalankan.

“Saya berharap agar Satgas MBG di Jombang segera bergerak untuk melakukan investigasi. Apakah ada SOP yang dilanggar, atau seperti apa? Semua harus jelas dan transparan,” kata Ama, Jumat (4/9/2026).

Ama menilai penanganan medis terhadap siswa saja belum cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Penyebab kejadian harus ditemukan agar dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di Jombang.

Ia juga meminta agar seluruh biaya pengobatan siswa yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak dibebankan kepada korban maupun keluarganya.

“Harus ada yang bertanggung jawab atas biaya pengobatannya, karena mereka ini korban. Entah itu pihak SPPG atau pemerintah, yang penting mereka tidak terbebani biaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, membenarkan adanya 256 siswa yang mengalami keluhan kesehatan. Jumlah tersebut, katanya, telah melalui proses validasi hingga Kamis (3/9/2026).

Hexawan menjelaskan, sebagian siswa memilih mendapatkan pengobatan secara mandiri. Sementara sebagian lainnya menjalani pemeriksaan dan perawatan jalan di sejumlah Puskesmas serta klinik.

Dari ratusan siswa tersebut, tujuh orang sempat mendapatkan perawatan karena mengalami kondisi lemas dan membutuhkan rehidrasi. Namun, kondisi ketujuh siswa tersebut dilaporkan mulai membaik.

“Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling rehidrasi saja. Mungkin besok sudah pulang,” ujar Hexawan.

Dinkes mencatat sekitar 74 siswa masih menjalani rawat jalan di Puskesmas maupun sejumlah klinik, di antaranya Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa. Sedangkan siswa lainnya memilih menjalani pengobatan sendiri.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan karena jumlah siswa yang mengalami keluhan mencapai ratusan orang. DPRD Jombang mendorong proses investigasi dilakukan secara terbuka sehingga penyebab kejadian dapat diketahui secara pasti.

Hasil penelusuran nantinya diharapkan tidak hanya menjawab penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa SMPN 1 Kabuh, tetapi juga menjadi evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.

Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas makanan dan seluruh proses distribusinya dapat lebih terjamin serta kejadian serupa tidak terulang.

 

Berita Terkait