Meski Tak Efektif, Siswa MAN di Jombang Diwajibkan Beli LKS 

Kuitansi pembelian LKS sekolah MAN di Jombang. KabarJombang.com/istimewa/
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – LKS (Lembar Kerja Siswa) yang beredar di MAN (Madrasah Aliyah Negeri ) Jombang setiap semester. Peserta didik diwajibkan membeli buku dengan harga dan jumlah yang berbeda setiap semesternya.

AA, salah satu siswa MAN mengatakan pengadaan LKS selalu ada setiap semesternya. Sebab dirinya sejak menginjak kelas X setiap semester harus membayar LKS.

Baca Juga

LKS yang telah disetiapkan oleh masing-masing sekolah, menurutnya wajib dibeli. Karena beberapa pengajar memberikan tugas siswanya dari buku LKS itu.

“Kita disuruh beli LKS, meskipun belajar daring tetapi materi atau tugas mengambil daru LKS. Setahu saya sejak masuk MAN sudah ada LKS,” terang siswa yang sedang duduk di kelas XI.

Semester genap kali ini dirinya telah membayar buku LKS seharga Rp 131 ribu dengan jumlah 14 buku. Sementara pembayarannya boleh dicicil atau dilunasi secara kontan.

“LKS sudah saya terima awal semester kemarin, dan bayarnya langsung yang bersangkutan. Bahkan pembayaran via transfer diperbolehkan,” katanya pada kabarjombang, Selasa (16/3/2021).

Dalam satu tahun yang memiliki dua semester itu, baik ganjil maupun genap harga LKS berubah-berubah setiap semesternya jumlah bukunya pun berbeda, padahal masih dalam status kelas XI.

“Semester kemarin harganya Rp 127 ribu cuma dapat 13 buku, sekarang semester genap Rp 131 ribu dapat 14 buku. Selisih satu buku harga selisihnya hanya Rp 4 ribu,” terang siswa yang mengambil jurusan Ilmu-ilmu keagamaan.

Setiap kelas bahkan setiap jurusan yang ada sekolahnya memiliki harga masing-masing sesuai dengan jurusannya.

Sedangkan siswa RHM salah satu siswa MAN di Jombang Kota, menuturkan hal yang sama. Jika dirinya setiap semester harus membeli buku dengan jumlah dan harga yang berbeda setiap semesternya.

“Semester ini saya bayarnya 130 ribu, dapat 13 buku. Adanya LKS ketika pembelajaran daring, antara efektif dan tidak efektif,” ungkap RHM pelajaran jurusan IPA.

Ia mengatakan jika semua LKS terpakai, akan tetapi beberapa guru memberikan materi sendiri dan LKS hanya digunakan sebagai referensi pembelajaran.

“Daring seperti ini, ada tugas di LKS tugasnya di foto, kadang gurunya yng ngefoto tugasnya kita ngerjakan,” tambah siswa yang berada di bangku kelas XI.

Menurutnya LKS yang dibagikan itu kurang lebih terdiri dari 50 persen materi dan 50 persen soal, hanya saja materi yang ada di LKS kurang lengkap.

“LKS enaknya itu tidak menghabiskan memori telepon, kalau daring jika siswa mendownload materi terus memori sering penuh,” pungkasnya.

TIMELINE BERITA

INSTAGRAM

Berita Terkait