Usai Padam, Api dan Asap Susulan Muncul Lagi di Pabrik Sepatu Mojongapit Jombang, Damkar Turun Lagi

Foto : Kondisi pabrik sepatu karya mekar, Mojongapit, Jombang yang muncul api lagi usai berhasil dipadamkan. (Istimewa) 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kebakaran hebat yang melanda pabrik sepatu PT Karya Mekar Dewantamali di Jalan Soekarno-Hatta, Dusun Mojongapit, Kecamatan Jombang, pada Sabtu (20/12/2025) ternyata belum sepenuhnya selesai. Pada Minggu (21/12/2025) siang, api sempat muncul kembali di lokasi kebakaran meski dalam skala kecil.

Kasi Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri, mengatakan petugas kembali diterjunkan ke lokasi karena muncul asap dan sedikit api.

Baca Juga

“Tadi siang petugas damkar ke lokasi lagi karena masih muncul asap dan sedikit api,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (21/12/2025).

Menurut Syamsul, munculnya api susulan ini dipicu oleh bahan baku pabrik yang menumpuk, seperti karet dan plastik. Bahan-bahan ini menyebabkan api mudah menyala kembali meski sebelumnya sudah dipadamkan.

“Bahan sol sepatu membuat api masih nyala- padam, nyala lagi. Saat ditutupi air, bagian tengahnya masih bisa memunculkan asap,” jelasnya.

Petugas pun melakukan penanganan dengan membasahi kembali seluruh tumpukan bahan yang berpotensi menimbulkan asap. Setelah proses itu, api dan asap berhasil dikendalikan, dan hingga kini kondisi di lokasi telah aman.

“Sudah tidak ada asap lagi, pasukan sudah balik ke pos damkar,” kata Syamsul.

Sementara itu, terkait penyebab pasti kebakaran dan besarnya kerugian, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan.

“Secara pasti masih diselidiki tim dari Polres Jombang. Kemarin satpam pabrik yang mengetahui awal kejadian masih dimintai keterangan,” tambah Syamsul.

Sebelumnya, pemadaman awal pada Sabtu (20/12/2025) di pabrik sepatu Karya Mekar, Mojongapit berhasil menahan api agar tidak meluas ke permukiman warga di sekitar pabrik.

Petugas BPBD Jombang mengerahkan empat unit mobil pemadam, tiga unit mobil suplai air, serta dibantu mobil tambahan dari Pabrik Gula dan Dinas Lingkungan Hidup, dengan total personel sekitar 40 orang ditambah relawan.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat karena lokasi pabrik yang berada dekat permukiman. Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap waspada meski api sudah berhasil dikendalikan.

Berita Terkait