JOMBANG, KabarJombang.com – Cuaca panas yang melanda Kabupaten Jombang dalam sepekan terakhir menimbulkan keluhan dari masyarakat yang merasakan terik panas di siang hari.
Siang hari terasa terik dengan suhu udara yang menyengat, sementara malam hari masih terasa gerah dan lembap.
Data Automatic Weather Station (AAWS) Jombang, mencatat suhu udara harian berkisar 30–31 derajat Celcius, bahkan pernah menembus 38,6 derajat Celcius pada puncaknya.
Kepala BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menjelaskan bahwa kondisi panas ini disebabkan oleh fenomena atmosfer yang labil serta minimnya tutupan awan akibat dominasi tekanan udara tinggi di lapisan atas atmosfer.
“Cuaca panas yang dirasakan masyarakat saat ini masih tergolong normal pada masa peralihan menuju puncak kemarau. Namun, karena tingkat kelembapan udara masih tinggi, sensasi panas terasa lebih menyengat dari biasanya,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui pesan telepon, Senin (13/10/2025).
Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi BPBD dengan BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, suhu rata-rata harian di wilayah Jombang berada pada kisaran 25 hingga 34 derajat Celcius, dengan kelembapan relatif mencapai 51–97 persen.
“Wilayah Jombang masih dalam masa transisi musim. Interaksi antara suhu permukaan laut dan kelembapan udara yang tinggi memicu pembentukan awan konvektif. Karena itu, meski siang hari terasa sangat panas, potensi hujan lokal pada sore hingga malam hari masih bisa terjadi,” terangnya.
BPBD Jombang mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem bersifat lokal, seperti hujan disertai angin kencang atau petir. Selain itu, warga juga diingatkan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama.
Sementara itu, akhir bulan Oktober wilayah Kabupaten Jombang akan mulai memasuki musim penghujan.
“Saat ini Sebagaian wilayah Kabupaten Jombang masih belum memasuki musim penghujan, kemungkinan akhir Oktober nanti, wilayah Kabupaten Jombang sudah mulai memasuki musim penghujan,” tuturnya saat dikonfirmasi.
BPBD Jombang memberikan beberapa imbauan kesiapsiagaan mulai dari kewaspadaan pengguna jalan hingga pola pelaporan.
Kewaspadaan Pengguna Jalan:
Masyarakat, khususnya pengendara, diharapkan ekstra hati-hati. Cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan pohon tumbang secara tiba-tiba.
Pemantauan Daerah Rawan Longsor:
Wilayah Kecamatan Wonosalam menjadi perhatian khusus karena berpotensi longsor. Masyarakat yang tinggal di zona rawan bencana diminta untuk siap siaga dan tidak menempati lokasi yang telah diidentifikasi berisiko.
Koordinasi dan Pelaporan:
BPBD meminta perangkat desa dan kecamatan untuk segera berkoordinasi jika curah hujan tinggi. Masyarakat juga dapat melaporkan setiap kejadian akibat cuaca ekstrem ke pemerintah desa terdekat atau langsung ke BPBD Jombang.









