BPBD Jombang Perkuat Respons Cepat Usai Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Dua Kecamatan

Foto: Tim BPBD Jombang memberikan bantuan berupa terpal khusus untuk rumah di Dusun Kandangan selepas mengalami kerusakan akibat angin kencang. (Istimewa/KabarJombang).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang memperkuat sistem respons cepat menyusul peristiwa angin kencang yang menerjang enam titik di Kecamatan Tembelang dan Megaluh, Selasa (2/12/2025) sore.

Peristiwa tersebut mengakibatkan lima rumah warga mengalami kerusakan dan satu orang pekerja bangunan terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan pendopo yang belum selesai dibangun.

Baca Juga

Usai menerima laporan, BPBD melalui Unit Pusdalops langsung mengerahkan tim untuk melakukan kaji cepat pada pukul 19.00 WIB. Asesmen dilakukan bersama perangkat desa serta warga di enam lokasi terdampak, yakni Dusun Pesantren, Kedunglempuk, Sudimoro (dua titik), Kandangan, serta Dusun Ngrawan.

“Koordinasi dengan perangkat desa menjadi kunci dalam respons awal. Warga juga cepat memberikan laporan sehingga tim dapat bergerak ke seluruh lokasi terdampak,” ujar Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, Rabu (3/12/2025).

Hasil asesmen menunjukkan lima rumah mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap dan dapur. Di Dusun Kandangan, dua rumah terdampak sekaligus akibat tertimpa material bangunan dari struktur lain.

Sementara itu, di Dusun Ngrawan, sebuah bangunan pendopo sekaligus bangunan rumah makan ambruk dan menimpa seorang pekerja yang sedang berteduh. Korban segera dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis dan saat ini dinyatakan dalam kondisi stabil.

Sebagai langkah darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa terpal, khususnya bagi warga di Dusun Kandangan yang mengalami kerusakan cukup parah. Perangkat desa bersama warga juga mulai melakukan pembersihan dan perbaikan ringan secara gotong royong.

Selain penanganan darurat, BPBD Jombang menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Sosialisasi terkait keamanan konstruksi bangunan juga akan diperkuat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan struktur bangunan aman dan sesuai standar konstruksi, terutama bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan,” pungkas Wiku.

Berita Terkait