JOMBANG, KabarJombang.com – Matinya sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di berbagai titik di Kabupaten Jombang kembali menuai keluhan warga. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Seperti yang sebelumnya diberitakan KabarJombang.com, PJU mati terpantau di ruas Jalan Dadi Tunggal, Kecamatan Ploso, serta di kawasan Tapen, Kecamatan Kudu. Ironisnya, meski keluhan warga disebut sudah berulang, penanganan di lapangan belum sepenuhnya dilakukan dan baru sebatas rencana pengecekan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Sugianto, menyatakan gangguan PJU dipengaruhi faktor cuaca ekstrem. Menurutnya, musim penghujan yang disertai angin kencang membuat jaringan penerangan jalan rentan mengalami kerusakan.
“Musim hujan dan angin menyebabkan kabel putus, kotak panel konslet, juga ada lampu yang rusak. Untuk pengaduan masyarakat terkait jaringan dan panel langsung kami tindak lanjuti, sedangkan untuk lampu masih menunggu proses pengadaan,” ujar Sugianto saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2026).
Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan sejumlah ruas jalan tetap dalam kondisi gelap dalam waktu cukup lama. Situasi ini memunculkan pertanyaan terkait kesiapsiagaan dan kecepatan respons Dishub Jombang dalam menjamin penerangan jalan sebagai fasilitas dasar publik.
Terkait keluhan di Jalan Dadi Tunggal dan kawasan Tapen, Sugianto mengakui pihaknya baru menjadwalkan pengecekan langsung ke lokasi.
“Untuk Dadi Tunggal dan Tapen, kita agendakan tim turun untuk mengecek,” katanya.
Sementara itu, untuk gangguan PJU di ruas jalan provinsi, seperti perempatan Sentul hingga kawasan PLN, Dishub Jombang mengaku hanya dapat melakukan koordinasi karena kewenangan penanganan berada di tingkat provinsi.
“Jaringannya sudah tua dan itu merupakan ruas jalan provinsi, sehingga kami lakukan koordinasi,” jelasnya.
Sugianto menambahkan, setiap laporan masyarakat sebenarnya ditangani oleh tim teknis PJU Dishub Jombang secara bertahap sesuai antrean pengaduan.
“Setiap hari tim PJU turun melakukan perbaikan sesuai urutan pengaduan,” ucapnya.
Meski demikian, persoalan usia jaringan PJU yang sudah lama disebut menjadi masalah klasik yang terus berulang setiap musim hujan. Kondisi ini dinilai membutuhkan solusi jangka panjang dan perencanaan yang matang, bukan sekadar perbaikan sementara.
Dishub Jombang pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan PJU mati atau rusak. Di sisi lain, warga berharap pemerintah daerah lebih proaktif melakukan pemeliharaan rutin agar jalan tidak dibiarkan gelap dan berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan. (Ramadhanny Ilmianto)









