Gerakan Sopir Jatim Tuntut Penyediaan Lahan Parkir dan Berantas Premanisme di Jombang

Para sopir truk saat berunjuk rasa di depan Kantor Dishub Jombang. (Kevin Nizar).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Puluhan  sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Kamis (25/6) siang. Aksi ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan para sopir yang kerap menjadi sasaran tilang saat parkir darurat untuk istirahat, di tengah bayang-bayang maraknya aksi premanisme di sepanjang jalur Jombang.

Sebelum berorasi di depan kantor Dishub Jombang, massa melakukan konvoi dari jalur Ring Road Mojoagung dengan membawa pengeras suara (sound horeg).

Baca Juga

Koordinator Aksi GSJT, Supri, mengungkapkan bahwa jalur Jombang merupakan titik lelah utama bagi para sopir yang melintas jarak jauh dari arah Banyuwangi menuju ke barat. Namun, ketiadaan fasilitas kantong parkir atau rest area yang representatif membuat para sopir terpaksa berhenti di bahu jalan dan berujung pada tindakan tilang oleh petugas.

“Titik Jombang itu ada titik lemah ketika kawan-kawan dari Banyuwangi mau ke barat, pasti lelah di sini. Tapi ketika kami parkir di beberapa jalur jalan, maka kami langsung ditindak, ditilang tanpa ada pemberitahuan atau sosialisasi berkaitan itu,” ungkap Supri di sela-sela aksi.

Kondisi dilematis ini kian diperparah dengan tingginya kerawanan jalur Jombang dari gangguan kamtibmas. Saat terpaksa berhenti atau melintas di titik-titik rawan, para sopir harus bertaruh nyawa menghadapi aksi premanisme jalanan yang merugikan arus logistik.

“Tuntutan utama kami berkaitan dengan maraknya aksi premanisme, seperti bajing loncat, serta kegiatan balap liar yang sangat meresahkan para pengemudi,” tegas Supri.

Melalui aksi turun ke jalan ini, GSJT mendesak Pemerintah Kabupaten Jombang dan dinas terkait untuk segera merealisasikan penyediaan fasilitas rest area atau kantong parkir yang aman bagi kendaraan bertonase besar. Selain itu, mereka menuntut aparat kepolisian melakukan kontrol ketat dan tindakan tegas untuk menyapu bersih aksi bajing loncat serta premanisme yang mengancam keselamatan para pengemudi truk.

Hingga pukul 14.20 WIB, perwakilan massa aksi dilaporkan tengah melakukan audiensi bersama Kapolres Jombang serta Kepala Dinas Perhubungan Jombang untuk mencari solusi konkret atas tuntutan tersebut. Massa menegaskan siap bertahan di lokasi hingga mendapatkan jaminan kepastian hukum dan fasilitas keamanan di jalur Jombang.

Berita Terkait