JOMBANG, KabarJombang.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mencatat 72 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026. Kasus kebakaran meningkat pada Agustus seiring kondisi kemarau yang membuat vegetasi mengering.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan intensitas kebakaran saat ini cukup tinggi. Dalam sehari, rata-rata terdapat tiga hingga empat kejadian yang dilaporkan.
“Rata-rata ada tiga sampai empat kejadian setiap harinya. Mayoritas kebakaran didominasi lahan perkebunan milik warga,” kata Wiku, Senin (7/9/2026).
Menurut Wiku, sebagian besar kebakaran dipicu kelalaian manusia. Pembakaran sampah yang tidak terkendali dan pembukaan lahan perkebunan dengan cara dibakar menjadi sejumlah penyebab kebakaran.
Api yang berasal dari aktivitas tersebut dapat merembet ke area lain ketika kondisi lahan dan vegetasi kering. Hembusan angin juga dapat mempercepat penjalaran api hingga ke lahan produktif maupun permukiman.
BPBD Jombang mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.
Wiku meminta warga memberi perhatian lebih terhadap lahan kosong dan rumpun bambu yang mengering. Material kering tersebut mudah terbakar sehingga api dapat dengan cepat menjalar ke lingkungan sekitar.
“Jangan meninggalkan api dalam kondisi masih menyala atau bara masih ada. Pastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan,” tegasnya.
Salah satu kebakaran lahan terjadi di wilayah Desa Bawangan, Kecamatan Ploso. Kebakaran di lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh tim BPBD Jombang.
Berdasarkan pemetaan BPBD, wilayah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi antara lain Kecamatan Wonosalam, Plandaan, Kabuh, Ploso, dan Ngusikan. Sementara itu, kasus kebakaran terbanyak tercatat di Kecamatan Jombang, Diwek, dan Mojoagung.
Pola kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut relatif sama. Api dapat bermula dari pembakaran sampah, sisa tanaman tebu, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Kondisi vegetasi yang mengering ditambah angin kencang membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, BPBD mengimbau warga tidak membakar sampah, jerami, daun kering, maupun material mudah terbakar lainnya di lahan terbuka, terutama saat cuaca panas dan berangin.
Jika pembakaran benar-benar diperlukan, warga diminta terus mengawasi api dan memastikan seluruh bara telah padam sebelum meninggalkan lokasi.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran dan tidak menunggu api membesar. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Damkar Jombang di 0812-5259-6233 atau layanan darurat 112.
Selain itu, warga diimbau rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah dari tumpukan daun, ranting, dan material kering lain yang mudah terbakar.
Penanganan kebakaran dilakukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Jombang bersama Pusdalops BPBD, TNI-Polri, perangkat desa, serta masyarakat.
“Masyarakat menjadi garda terdepan dalam pencegahan kebakaran. Kesadaran untuk tidak mengabaikan api kecil dan segera melapor adalah langkah terbaik untuk mencegah bencana yang lebih besar,” pungkas Wiku.









