KUDU, KabarJombang.com – Seorang lansia asal Desa Menturus, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Suparno (67), hilang setelah diduga terlibat kecelakaan lalu lintas, Senin (7/9/2026). Jejak terakhir korban mengarah ke kawasan tanggul Sungai Brantas di Dusun Gondean, Desa Ngusikan, Kecamatan Ngusikan, setelah sepeda motor dan sandal yang diduga miliknya ditemukan di sekitar lokasi.
Hingga Senin sore, keberadaan Suparno belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengantisipasi pencarian di Sungai Brantas.
Kapolsek Ngusikan AKP Tejo Bagus Purnomo mengatakan, Suparno terakhir diketahui berjalan meninggalkan lokasi setelah terlibat kecelakaan sekitar pukul 10.00-11.00 WIB.
“Kejadiannya itu sekitar pukul 10.00 sampai 11.00 pagi tadi, setelah korban sempat terlibat kecelakaan,” terang AKP Bagus, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, dugaan Suparno masuk ke Sungai Brantas muncul setelah sepeda motor Suzuki Thunder yang diduga digunakannya ditemukan terparkir di dekat sebuah pabrik tahu. Sementara sandal yang diduga milik korban ditemukan di tepi sungai.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan Suparno tercebur atau masuk ke aliran Sungai Brantas. Hingga kini tidak ada saksi yang melihat korban masuk ke sungai.
“Masih diduga, karena tidak ada saksi yang melihat dia menceburkan diri. Kita juga belum bisa memastikan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, Suparno sebelumnya terlibat kecelakaan lalu lintas pada pagi hari. Namun, insiden tersebut tidak dilaporkan kepada kepolisian.
Sepeda motor yang dikendarainya disebut mengalami kerusakan setelah berbenturan dengan kendaraan lain. Setelah kejadian, Suparno sempat mendapat pertolongan untuk mendorong motornya.
“Informasi awalnya ada laka. Motornya rusak sama lawannya. Setelah itu dia berjalan pergi, kondisinya seperti orang bingung,” jelas AKP Bagus.
Suparno kemudian berjalan menuju kawasan tanggul Sungai Brantas di sekitar pabrik tahu yang berada di Dusun Gondean, Desa Ngusikan.
Di lokasi tersebut, ditemukan sepeda motor Suzuki Thunder yang diduga digunakan korban.
“Dia jalan terus sampai parkir di depan pabrik tahu. Setelah itu informasinya naik seperti itu saja,” ucap AKP Bagus.
Temuan sandal di tepi Sungai Brantas kemudian memperkuat dugaan bahwa korban berada di sekitar sungai. Namun, polisi tetap belum dapat menyimpulkan bahwa Suparno benar-benar masuk ke sungai karena tidak ada saksi mata.
“Masalahnya tidak ada saksi. Kalau ada yang melihat dia menceburkan diri, baru kita bisa memastikan,” tegasnya.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan keberadaan Suparno. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan BPBD untuk mengantisipasi pencarian apabila korban memang berada di aliran Sungai Brantas.
“Kita masih lidik, sambil ada pencarian. BPBD juga sudah diundang,” kata AKP Bagus.
Ia menegaskan, pencarian dilakukan sebagai langkah antisipasi sembari polisi memastikan keberadaan korban. Pihaknya belum berani memastikan Suparno masuk ke Sungai Brantas.
“Kita belum berani memastikan kalau dia betul-betul menceburkan diri,” pungkasnya.









