Ledakan Petasan di Gudo Jombang, 5 Remaja dirawat di Rumah Sakit

lokasi tempat kejadian perkara ledakan petasan di kecamatan Gudo
  • Whatsapp

Gudo, KabarJombang.com – Sebanyak lima orang remaja dilaporkan mengalami luka bakar serius akibat ledakan petasan yang terjadi di Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, pada Jumat (14/3) malam sekira pukul 23.30 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat para korban diduga sedang merakit mercon di teras rumah milik Lia Alfianti. Kerasnya ledakan tidak hanya melukai para korban, tetapi juga mengakibatkan kerusakan fisik pada bangunan berupa hancurnya atap asbes dan pecahnya kaca jendela rumah di lokasi kejadian.

Kelima korban yang mayoritas masih berstatus pelajar tersebut kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang. Adapun identitas para korban meliputi Brilian Raditia Alfino (15), Kevin Bagas (17), Muhammad Zadith Taqwa (15), Azril Resky Abdillah (18), dan Wahit Fatur Rohman. Kelimanya menderita luka bakar cukup parah di beberapa bagian tubuh akibat kontak langsung dengan bahan peledak yang sedang mereka tangani.

Baca Juga

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan bahwa tim piket Satreskrim telah diterjunkan ke lokasi sesaat setelah kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Benar, tim piket Satreskrim semalam langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP awal. Diduga kuat ledakan berasal dari bahan petasan yang sedang dirakit oleh para korban di teras rumah tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi. Sabtu, 14 Maret 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, ditemukan sejumlah barang bukti berupa selongsong petasan, korek api, serta peralatan rakit seperti palu besi, gunting, dan sendok.

Dimas Robin menjelaskan bahwa saat petugas tiba, kondisi TKP sempat dibersihkan oleh warga sekitar menggunakan air secara spontan guna memadamkan sisa percikan api. “Kami menemukan sejumlah barang bukti di sekitar rumah, mulai dari selongsong petasan hingga alat-alat yang diduga digunakan untuk merakit. Kami juga mengamankan ember berisi air yang digunakan warga untuk merendam petasan yang gagal meledak,” tambahnya.

Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di lokasi kejadian untuk menjaga status quo. Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami asal-usul bahan peledak yang digunakan para remaja tersebut. “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengamankan seluruh barang bukti. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bermain-main dengan bahan peledak atau petasan karena risikonya sangat fatal bagi keselamatan jiwa,” pungkasnya.

Berita Terkait