Jalan Nasional di Jombang Rusak Parah, Warga Keluhkan Penanganan Tambal Sulam

Foto: Salah satu ruas jalan nasional di Jombang yang mengalami kerusakan. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sejumlah ruas jalan nasional di Kabupaten Jombang dikeluhkan warga akibat kerusakan yang kian parah. Banyaknya lubang di badan jalan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Penanganan yang dilakukan pun masih sebatas perbaikan sementara dengan metode tambal sulam.

Kerusakan cukup parah terlihat di ruas jalan nasional yang melintasi Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito. Hingga akhir pekan, kondisi jalan di kawasan tersebut dipenuhi lubang dengan kedalaman bervariasi.

Baca Juga

Kerusakan serupa juga ditemukan di Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, memanjang hingga Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung. Selain itu, ruas Jalan Nasional Gatot Subroto di Desa Mojongapit hingga Kelurahan Jombatan, yang tersambung ke Jalan Basuki Rahmat sampai wilayah Kecamatan Perak, turut mengalami kondisi serupa.

Udin (38), salah satu pengguna jalan, mengatakan kerusakan semakin memburuk selama musim penghujan. Menurutnya, jumlah lubang terus bertambah dan semakin dalam sehingga menyulitkan pengendara untuk menghindar.

“Lubangnya menyebar di semua sisi jalan, baik di jalur cepat, tengah, maupun pinggir. Pengendara jadi kesulitan mencari jalur aman,” ujarnya.

Ia juga menyebut kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Dalam beberapa bulan terakhir, insiden akibat jalan berlubang disebut terjadi berulang kali.

“Sudah sering ada pengendara terjatuh. Kasihan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan warga di Jalan Gatot Subroto, Desa Mojongapit. Di jalur satu arah tersebut, permukaan jalan bergelombang dan dipenuhi lubang di sejumlah titik.

Widodo (29), warga sekitar, menuturkan lubang kerap tidak terlihat jelas dari kejauhan sehingga membahayakan pengendara sepeda motor. Menurutnya, perbaikan yang dilakukan selama ini belum menyentuh akar persoalan karena hanya bersifat sementara.

“Yang ditambal itu-itu saja, tapi tidak bertahan lama. Bukannya mulus, malah terasa seperti banyak polisi tidur,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Jawa Timur dari BBPJN Jatim–Bali, Siti Sekar Gondo Arum, membenarkan adanya kerusakan di sejumlah titik jalan nasional di Jombang. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.

Menurut Sekar, perbaikan darurat telah dilakukan di beberapa lokasi, termasuk wilayah perbatasan Jombang–Mojokerto dan Desa Plosokerep. Saat ini, tim teknis masih melakukan penambalan sebagai langkah cepat penanganan.

“Untuk sementara kami fokus pada perbaikan darurat. Menjelang Lebaran akan dilakukan pengupasan aspal menggunakan cold milling machine (CMM),” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026).

Ia menambahkan, setelah Lebaran, Kementerian Pekerjaan Umum akan melaksanakan program preservasi jalan di sejumlah titik, di antaranya Lingkar Mojoagung, Jalan Gatot Subroto, Basuki Rahmat, Mastrip, dan Jogoloyo.

Perbaikan permanen nantinya akan menggunakan metode perkerasan lentur (flexible pavement). Pemerintah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kualitas dan keamanan jalan nasional di wilayah Jombang sehingga lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat.

Berita Terkait