Hujan Deras, Honda Brio Tergelincir di Tol Jombang–Mojokerto

Foto: Kondisi mobil Brio pasca peristiwa kecelakaan lalulintas di ruas Tol Jombang–Mojokerto. kilometer 683+600 jalur B, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. (Istimewa/Kabar Jombang).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Jombang pada Sabtu (13/9/2025) sore mengakibatkan kecelakaan tunggal sebuah mobil Honda Brio di ruas Tol Jombang–Mojokerto. Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di kilometer 683+600 jalur B, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Kendaraan bernomor polisi AG 1294 FV tersebut melaju dari arah Surabaya menuju Kediri dengan kecepatan sekitar 80 km/jam sebelum tergelincir dan menabrak pembatas beton. Kepala Departemen Operasi Astra Infratoll Jombang–Mojokerto, Zanuar Firmanto, menjelaskan bahwa kecelakaan disebabkan oleh aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kendaraan kehilangan traksi akibat melintas di atas permukaan jalan yang tergenang air.

Baca Juga

“Mobil sempat selip dan berputar arah, kemudian bagian belakang menghantam pembatas beton. Kendaraan akhirnya berhenti di lajur luar dengan posisi menghadap ke depan,” terang Zanuar dalam keterangan resminya.

Akibat benturan tersebut, bagian belakang mobil mengalami kerusakan parah dan kaca belakang pecah. Namun, empat orang yang berada di dalam kendaraan—yakni pengemudi Jofan (28) serta penumpang Umi (53), Tini (44), dan Sunarto (43)—berhasil selamat tanpa luka serius.

“Tim medis langsung melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan kondisi para korban. Alhamdulillah, semuanya dalam keadaan baik,” tambah Zanuar.

Ia memastikan bahwa fasilitas jalan tol tidak mengalami kerusakan dan kendaraan yang terlibat telah diamankan petugas patroli jalan raya untuk penanganan lebih lanjut. Zanuar juga mengimbau para pengguna jalan tol agar selalu menyesuaikan kecepatan saat melintasi jalur yang basah.

“Aquaplaning dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama ketika hujan deras. Oleh karena itu, menjaga kecepatan dan jarak aman sangat penting guna meminimalisasi risiko kecelakaan,” pungkasnya.

Berita Terkait