Evakuasi Dramatis Sopir Pikap Terjepit Usai Kecelakaan dengan Truk di Janti, Jogoroto, Jombang

Kondisi mayat yang ditemukan di Dusun Paras, Turipinggir, Megaluh, Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOGOROTO, KabarJombang.com – Proses penyelamatan seorang sopir pikap bernama Hendriyanto (50), warga Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, berlangsung menegangkan setelah mengalami kecelakaan dengan truk tronton di jalur nasional Surabaya–Madiun, tepatnya di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Senin (13/4/2026) petang.

Korban terjebak di dalam kabin kendaraan yang ringsek parah akibat benturan keras. Tim gabungan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengevakuasi korban dari himpitan bodi kendaraan.

Baca Juga

Berdasarkan informasi di lokasi, kecelakaan terjadi ketika truk tronton bernomor polisi L-9610-UE melaju dari arah timur ke barat. Saat tiba di lokasi kejadian, truk tersebut menabrak pikap yang dikemudikan Hendriyanto hingga bagian depan kendaraan hancur dan menjepit tubuh korban.

Seorang saksi mata, Abdul Hakim, mengungkapkan dirinya mendengar suara benturan keras sebelum mengetahui kejadian tersebut.

“Tiba-tiba terdengar suara ‘duar’ sangat keras. Saat saya keluar rumah, sopir pikap sudah dalam kondisi terjepit di kabin,” ujarnya.

Proses evakuasi berjalan cukup sulit. Selain kondisi kabin yang rusak berat, petugas juga harus waspada terhadap potensi bahaya dari tumpahan bahan bakar di sekitar kendaraan yang berisiko memicu kebakaran.

Petugas dari Pemadam Kebakaran Jombang menggunakan alat pemotong hidrolik dan peralatan hidrolik portabel untuk membuka bagian kabin yang terjepit. Upaya dilakukan secara hati-hati agar tidak memperparah kondisi korban.

Salah satu petugas di lokasi menjelaskan bahwa posisi kaki korban yang terhimpit dasbor menjadi kendala utama dalam proses evakuasi. Ia mengatakan bahwa tim harus membuka ruang sempit di kabin menggunakan alat hidrolik sebelum korban dapat dikeluarkan.

“Evakuasi cukup dramatis karena kaki korban terkunci di bagian dasbor. Kami harus membuka celah terlebih dahulu agar korban bisa ditarik keluar,” ungkapnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban dalam kondisi sadar meski tampak lemah dan mengalami sejumlah luka. Hendriyanto kemudian langsung dibawa ke RSUD Jombang menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di jalur nasional Jombang–Madiun sempat tersendat dan menimbulkan kemacetan panjang selama proses evakuasi berlangsung.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Unit Gakkum Satlantas Polres Jombang kini tengah melakukan pendataan dan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Berita Terkait