Banjir Rendam 17 Hektare Sawah di Ngusikan Jombang, Petani Terancam Gagal Panen

Foto: Petani menunjukkan area sawah yang tergenang air di Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, Jombang, yang telah terendam selama empat hari terakhir. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

NGUSIKAN, KabarJombang.com – Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan genangan banjir di area persawahan Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Sekitar 17 hektare lahan tanaman padi terdampak dan dikhawatirkan gagal panen.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dusun Ketapang Rejo, Supardi (54), mengatakan air hujan dengan intensitas tinggi menggenang di area persawahan hingga merendam tanaman padi yang sebagian besar baru ditanam.

Baca Juga

“Awalnya hanya air hujan. Karena sangat lebat, akhirnya mengumpul di Ketapang Rejo. Tanaman padi ini terancam gagal panen,” ujar Supardi saat ditemui, Selasa (14/1/2026) sore.

Menurutnya, banjir sudah berlangsung sekitar empat hari dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi diperparah hujan yang kembali turun pada malam sebelumnya.

“Airnya semakin naik. Ini sudah empat hari, tadi malam juga hujan lagi,” kata Supardi.

Tanaman padi yang terendam memiliki usia bervariasi, mulai 7 hingga 13 hari setelah tanam. Akibat terlalu lama terendam, tanaman dikhawatirkan tidak mampu bertahan.

“Umurnya ada yang 7 hari, 10 hari, sampai 13 hari setelah tanam. Risikonya ya bisa gagal panen,” jelasnya.

Supardi memperkirakan kerugian petani cukup besar. Dengan luas lahan terdampak sekitar 17 hektare dan biaya tanam rata-rata Rp5 juta per hektare, potensi kerugian mencapai sekitar Rp85 juta. Perkiraan tersebut masih bersifat sementara dan bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan.

Ia menambahkan, banjir juga diduga dipengaruhi luapan Sungai Marmoyo. Namun, penyebab pasti masih menunggu kajian pihak berwenang.

“Katanya ada luapan Sungai Marmoyo, mungkin alirannya kurang lancar,” ujarnya.

Banjir di wilayah tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Pada musim hujan, Dusun Ketapang Rejo kerap dilanda banjir. Kali ini dinilai lebih parah karena genangan bertahan lebih lama.

“Sudah bertahun-tahun langganan banjir. Yang terakhir ini paling parah karena airnya lama surut,” katanya.

Para petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, baik bantuan untuk tanam ulang maupun penanganan teknis seperti normalisasi saluran agar genangan cepat surut.

“Kami berharap ada bantuan supaya bisa tanam lagi. Usaha tetap kami lakukan,” pungkasnya.

Berita Terkait