NGORO, KabarJombang.com — Denting tabuhan rebana membuka meriah gelaran Pasar Rakyat Jawa Timur 2025 di Stadion Merah Putih, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Meski langit mulai meredup, semangat warga justru memuncak. Ribuan pengunjung memadati area stadion, hanyut dalam atmosfer pesta rakyat yang hangat, semarak, dan penuh warna.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Desember 2025. Puluhan tenant UMKM, aneka kuliner khas, wahana pasar malam, serta panggung hiburan dari musisi lokal hingga bintang tamu dari Ibu Kota, memanjakan masyarakat yang datang.
Pada hari pertama, MM Music tampil sebagai pembuka hiburan dan langsung menyedot perhatian pengunjung. Irama musik yang menghentak membuat warga merapat ke depan panggung. Banyak pengunjung datang bersama keluarga, sementara lainnya menikmati sajian kuliner yang berjajar rapi di sisi arena.
Sorot lampu panggung memantul di wajah-wajah antusias pengunjung, menjadi penanda bahwa Pasar Rakyat ini benar-benar dinantikan masyarakat.
Hadir dalam pembukaan, Sumardi, anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua Panitia, menegaskan bahwa Pasar Rakyat bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan strategi nyata menguatkan ekonomi daerah.
“Kegiatan pasar rakyat merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi daerah. Ini adalah program DPRD Jawa Timur yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Sumardi, Rabu (3/12/2025).
Ia menambahkan, pasar rakyat tidak hanya menjadi ruang promosi UMKM, tetapi juga menggerakkan pemasaran digital, membuka pasar baru, serta menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan.
Tahun ini terdapat 76 tenant yang terlibat, terdiri dari 67 tenda UMKM lintas sektor dan 15 gubuk pasar jadul yang menyuguhkan jajanan tempo dulu. Nuansa tradisional berpadu dengan sajian modern, menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung.
Menurutnya, membludaknya ribuan masyarakat yang hadir menjadi indikator kuat bahwa pesta rakyat seperti ini sangat dibutuhkan warga.
“Ini menaikkan indeks kebahagiaan masyarakat Ngoro dan sekitarnya. Pasar Rakyat Jawa Timur bukan hanya pesta hiburan, tetapi juga panggung besar ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dengan dukungan pemerintah eksekutif, legislatif, serta partisipasi aktif masyarakat, pasar rakyat menjadi bukti ekonomi Jawa Timur tumbuh dari kekuatan rakyatnya sendiri.
Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bambang Suntowo, yang hadir mewakili Bupati Jombang, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pasar Rakyat Jawa Timur di wilayahnya.
“Ini adalah bentuk nyata upaya menggerakkan ekonomi rakyat. Bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan penggerak utama ekonomi kerakyatan, sehingga kegiatan seperti ini sangat penting sebagai sarana promosi produk dan penguatan pasar lokal.
Di tengah keramaian, seorang pengunjung bernama Setiawan mengaku datang bersama keluarga untuk menikmati suasana pasar rakyat yang jarang digelar sebesar ini.
“Rame banget dan suasananya hangat. Anak-anak senang karena banyak wahana, kami juga bisa mencoba jajanan jadul. Rasanya seperti kembali ke masa kecil,” ujarnya sambil tersenyum.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung juga disuguhi beragam hiburan dari Fakedopp, Guyon Waton, Sasa KDI, OM New Monata, hingga deretan penyanyi muda yang tengah naik daun. Kehadiran artis-artis ternama menjadi magnet tersendiri, terutama bagi kalangan muda.
Sementara itu, deretan gubuk pasar jadul menjadi daya tarik nostalgia warga dengan aneka makanan tradisional yang kini mulai jarang ditemui. Tak sedikit yang rela mengantre panjang, bahkan menjadikannya spot foto favorit bersama keluarga.
Wahana pasar malam pun menambah semarak suasana. Dari anak-anak hingga orang dewasa larut dalam tawa dan keceriaan, menjadikan Pasar Rakyat Jawa Timur 2025 di Ngoro benar-benar sebagai pesta ekonomi sekaligus pesta kebahagiaan rakyat.









