BARENG, KabarJombang.com-Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, berkah mulai dirasakan para perajin kostum karnaval di Kabupaten Jombang.
Salah satunya Samiaji atau yang akrab disapa Mijek, perajin kostum karnaval asal Dusun Banjarsari, Desa Bareng, Kecamatan Bareng, yang mengaku kebanjiran pesanan hingga mengalami kenaikan sekitar 100 persen dibanding hari biasa.
Di bengkel kerjanya yang sederhana, Mijek tampak sibuk menyelesaikan pesanan kostum untuk parade karnaval Agustusan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tren kostum yang banyak diminati saat ini adalah cosplay karakter, baik untuk peserta pawai maupun peraga dalam berbagai kegiatan karnaval.
“Sekarang lagi musim cosplay karakter. Banyak yang pesan untuk persiapan parade karnaval,” ujar Mijek, Jumat (31/7/2026).
Keunikan karya Mijek terletak pada bahan baku yang digunakan. Sejumlah kostum dibuat dari barang-barang bekas seperti styrofoam, kardus, bekas bungkus paket, hingga sisa kulit jok yang diolah kembali menjadi kostum bernilai seni tinggi.
Sebelum proses produksi dimulai, pelanggan terlebih dahulu menyerahkan konsep atau sketsa desain.
Setelah disepakati, kostum dikerjakan mulai dari pemilihan bahan, pemotongan, perakitan hingga tahap finishing menggunakan berbagai material seperti fiber, styrofoam, lem, maupun busa EVA sesuai kebutuhan.
Untuk satu kostum berbahan dasar barang bekas dan tingkat kerumitan tinggi, proses pengerjaan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
“Harga menyesuaikan tingkat kesulitannya. Kalau yang ini sekitar Rp1,2 juta,” katanya.
Tak hanya melayani pelanggan dari Jombang, pesanan juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Mojokerto hingga Pasuruan.
Memasuki musim perayaan kemerdekaan, lonjakan permintaan pun terasa signifikan. Jika biasanya pesanan hanya datang sekali dalam kurun tiga bulan, kini dalam satu bulan Mijek bisa menerima dua hingga empat pesanan.
“Kalau kenaikannya sekitar 100 persen. Biasanya tiga bulan sekali ada pesanan, sekarang sebulan bisa dua sampai empat kali,” ungkapnya.
Rentang harga produk yang ditawarkan juga cukup beragam. Untuk pembuatan karakter sederhana dibanderol mulai Rp300 ribu, sementara kostum berbahan EVA foam bisa mencapai Rp3 juta, tergantung tingkat kerumitan desain.
Meningkatnya jumlah pesanan turut berdampak pada pendapatan usahanya. Selama musim Agustusan, Mijek memperkirakan omzet yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp4 juta dalam sebulan.
Momentum peringatan HUT ke-81 RI pun menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kreatif lokal. Selain meningkatkan pendapatan, tingginya minat masyarakat terhadap kostum karnaval bertema karakter menunjukkan bahwa kreativitas berbahan daur ulang kini semakin diminati dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.









