Anyaman Daun Pandan Asal Jombang Tembus Pasar Internasional

Perajin Anya Craft di Desa Munungkerep, Kabuh, Jombang saat membuat besek dan tas dari anyaman daun pandan. (Kevin Nizar).
  • Whatsapp

KABUH, KabarJombang.com – Kerajinan anyaman daun pandan yang diproduksi Anya Craft di Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, mulai menembus pasar internasional.

Produk kerajinan berbasis potensi lokal tersebut kini telah dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya Maladewa (Maldives), Selandia Baru (New Zealand), dan Hawaii.

Baca Juga

Anya Craft merupakan sentra kerajinan yang mengolah daun pandan hutan berduri menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Mulai dari tas, besek, perlengkapan hospitality, hingga beragam produk home decor.

Pemilik Anya Craft, Igna Dea, mengatakan usaha yang dirintisnya tidak hanya berorientasi pada produksi dan pemasaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar Desa Munungkerep.

“Kami adalah sentra kerajinan anyaman dari daun pandan. Kami membuat aneka kerajinan tangan dari anyaman daun pandan hutan berduri,” ujar Dea, Rabu (19/8/2026).

Produk Anya Craft selama ini dipasarkan melalui reseller di sejumlah kota besar di Indonesia. Seiring meningkatnya kualitas produksi dan permintaan, pasar Anya Craft mulai berkembang ke mancanegara.

Menurut Igna, pada awal tahun ini pihaknya mulai menjajaki pasar ekspor ke beberapa negara. Salah satu pesanan yang sedang dikerjakan saat ini berasal dari Hawaii, berupa besek dan tas berbahan anyaman pandan.

“Alhamdulillah awal tahun ini kami sudah mulai merambah ekspor ke beberapa negara, yaitu Maldives, New Zealand, dan Hawaii. Saat ini ibu-ibu pengrajin sedang mengerjakan pesanan dari Hawaii,” katanya.

Faktor, pasar internasional mulai melirik yakni, salah satunya adalah karena tas anyaman pandan buatannya tersebut karena ramah lingkungan. Solusi pengganti kantong plastik yang dan tas berbahan spunbond yang sulit terurai.

Pertumbuhan Anya Craft turut memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar. Saat ini, usaha tersebut telah melibatkan hampir 200 perajin perempuan yang tersebar di lima dusun di sekitar lokasi produksi.

Pemberdayaan tersebut membuat aktivitas produksi Anya Craft sekaligus menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.

Dalam kondisi normal, produksi tas dan model kerajinan yang telah menjadi produk reguler dapat mencapai 50 hingga 100 buah per hari. Jumlah tersebut bergantung pada tingkat kerumitan desain dan jenis produk yang dikerjakan.

Untuk harga, produk Anya Craft cukup beragam, mulai sekitar Rp10 ribu hingga Rp110 ribu per buah.

Permintaan tertinggi biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Lebaran. Pada periode tersebut, produk anyaman pandan banyak digunakan sebagai kemasan hampers maupun kebutuhan acara.

“Kalau menjelang Ramadan, biasanya pesanan tas hampers cukup banyak. Dalam satu bulan kami bisa memproduksi sekitar 4.000 hingga 6.000 pcs,” jelas Dea.

Sementara ketika memasuki musim hajatan, permintaan biasanya berada di kisaran 1.000 hingga 1.500 produk per bulan.

Meski permintaan terus berkembang, proses produksi Anya Craft masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan tenaga perajin.

Dea menjelaskan, sebagian besar perajin yang diberdayakan merupakan masyarakat yang juga memiliki aktivitas sebagai petani atau pekerja di sektor pertanian. Ketika memasuki musim panen tembakau, sebagian penrajin beralih membantu proses pengolahan tembakau.

“Kendala kami biasanya pada produksi ketika musim panen tembakau seperti saat ini. Para perajin beralih profesi sementara untuk menjadi pekerja atau membantu proses perajangan tembakau,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi harus menyesuaikan ketersediaan tenaga penrajin. Namun, Anya Craft terus berupaya menjaga kualitas dan memenuhi permintaan pelanggan, termasuk pesanan dari pasar luar negeri.

Pengembangan Anya Craft juga mendapatkan dukungan dari Universitas Surabaya (Ubaya) melalui program pendampingan yang berlangsung selama tiga tahun dan didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Dosen Desain Fashion dan Produk Lifestyle, Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya, Siti Zahro, mengatakan pendampingan dilakukan untuk mengembangkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat Desa Munungkerep agar memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Siti, potensi daun pandan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal dapat dikembangkan menjadi produk kreatif dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Karena itu, pendampingan tidak hanya diarahkan pada aspek produksi, tetapi juga bagaimana produk memiliki desain, identitas, dan daya saing di pasar.

“Kami mendampingi Anya Craft untuk mengembangkan potensi lokal yang ada di Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, agar dapat memiliki nilai tambah dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” ujar Siti.

Ia menjelaskan, pengembangan produk kerajinan lokal membutuhkan proses yang berkelanjutan. Produk tidak cukup hanya mengandalkan keunikan bahan baku, tetapi juga perlu memperhatikan desain, kualitas, fungsi, konsistensi produksi, hingga kebutuhan pasar.

Melalui pendampingan tersebut, Ubaya juga berupaya membantu Anya Craft menunjukkan bahwa produk yang berasal dari potensi desa dapat memiliki daya saing apabila dikembangkan secara tepat dan berkelanjutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa potensi lokal dari desa juga bisa memiliki daya saing di tingkat internasional. Karena itu, kami mendorong pengembangan produk sekaligus membuka peluang kerja sama dan akses pasar yang lebih luas,” kata Siti.

Masuknya produk Anya Craft ke pasar internasional menjadi bukti bahwa kerajinan berbasis sumber daya lokal memiliki peluang untuk berkembang di tengah persaingan industri kreatif.

Menurutnya, keunikan anyaman daun pandan, proses produksi yang melibatkan masyarakat, serta pengembangan desain menjadi modal bagi Anya Craft untuk terus memperluas pasar.

Dengan dukungan pendampingan dari perguruan tinggi, keterlibatan para perajin, serta jaringan pasar yang terus berkembang, Anya Craft kini tidak hanya membawa produk kerajinan dari Jombang, tetapi juga membawa potensi lokal desa menuju pasar global.

Berita Terkait