JOMBANG, KabarJombang.com- Perajin kostum cosplay Reza Andi Faisal, warga Desa Sambong, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, berhasil menembus pasar internasional dengan melayani pesanan dari Jepang, Australia, hingga Amerika Serikat.
Usaha yang dijalankannya bahkan meraup keuntungan lebih besar dalam beberapa bulan terakhir seiring menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.
Sebagian besar transaksi dengan pelanggan luar negeri menggunakan mata uang dolar. Kondisi tersebut membuat nilai pembayaran yang diterima meningkat saat dikonversi ke rupiah.
“Karena pembayaran dari luar pakai mata uang luar, jika dikonversikan ke rupiah nilainya jadi lebih besar,” ujar Andi, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, selisih kurs memberikan tambahan pendapatan sekitar 10 persen. Saat ini, usaha pembuatan kostum cosplay yang dikelolanya mampu menghasilkan laba bersih sekitar Rp15 juta per bulan.
Pesanan datang dari berbagai negara dengan produk utama berupa kostum karakter populer seperti Power Rangers, Super Sentai, dan Ultraman.
Seluruh produk dibuat sesuai permintaan pelanggan dengan pengerjaan detail mulai dari tahap desain hingga proses finishing.
“Kalau kirim, sudah mengirim ke Jepang, Australia, Amerika Serikat,” ucap Andi.
Dalam sebulan, bengkel kerja miliknya mampu memproduksi enam hingga sepuluh kostum. Harga jualnya bervariasi tergantung tingkat kerumitan desain dan aksesori yang digunakan.
Harga dibanderol mulai Rp1,8 juta untuk kostum sederhana. Sementara kostum dengan detail dan aksesori yang lebih kompleks dapat dijual hingga lebih dari Rp5 juta per unit.
Andi menjelaskan, bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kostum adalah eva foam karena ringan dan mudah dibentuk mengikuti desain karakter yang diinginkan pelanggan.
“Bahan utama yang kami gunakan adalah eva foam karena ringan dan mudah dibentuk sesuai karakter yang diinginkan,” jelasnya.
Proses produksi dilakukan di bengkel kerja sederhana yang berada di Desa Sambong. Di tempat tersebut, lembaran eva foam diolah menjadi berbagai kostum karakter fiksi yang kemudian dipasarkan ke dalam maupun luar negeri.
Usaha tersebut mulai dirintis sekitar enam tahun lalu saat pandemi Covid-19. Berawal dari ketertarikannya terhadap dunia cosplay dan pembuatan kostum karakter, Andi mencoba mengembangkan hobinya menjadi peluang usaha dengan memanfaatkan media sosial serta jaringan komunitas penggemar karakter fiksi.
Perlahan, pasar yang semula hanya berasal dari dalam negeri berkembang hingga menjangkau pelanggan mancanegara.
Kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk buatannya menjadi modal utama dalam mempertahankan eksistensi di pasar internasional.
Meski merasakan dampak positif dari penguatan dolar, Andi berharap kondisi ekonomi dan pasar global tetap stabil agar permintaan dari luar negeri terus meningkat.
Ia juga ingin usahanya terus berkembang dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami sebagai pelaku usaha, kondisi tetap stabil, permintaan pasar luar negeri bisa terus datang dan meningkat,” pungkasnya.








