Berkah Ramadan, Perajin Hampers Tembelang Jombang Kebanjiran Pesanan hingga Puluhan Juta

Foto: Riri, perajin hampers di Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

TEMBELANG, KabarJombang.com – Permintaan hampers atau bingkisan Lebaran di Kabupaten Jombang meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Tradisi berbagi parcel kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja membuat para perajin hampers rumahan kebanjiran pesanan sejak awal Ramadan.

Salah satu perajin yang merasakan lonjakan pesanan tersebut adalah Riri (32), warga Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang. Bersama suaminya, ia setiap hari sibuk menyiapkan berbagai paket hampers sesuai permintaan pelanggan.

Baca Juga

Riri mengungkapkan, peningkatan permintaan hampers hampir selalu terjadi setiap Ramadan. Bahkan, sebagian pelanggan sudah melakukan pemesanan sebelum bulan puasa dimulai.

“Setiap Ramadan memang pesanan selalu meningkat. Bahkan sebelum puasa sudah ada pelanggan yang memesan lebih dulu,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Untuk memperluas jangkauan pasar, Riri memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Cara tersebut dinilai cukup efektif karena pesanan tidak hanya datang dari wilayah Jombang, tetapi juga dari sejumlah kota lain.

Ia menyebutkan, pembeli hampers miliknya berasal dari berbagai daerah seperti Malang dan Sidoarjo. Selain pelanggan individu, beberapa instansi juga memesan dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada relasi atau mitra kerja.

“Beberapa pesanan juga datang dari instansi, seperti perbankan, yang ingin memberikan bingkisan kepada para mitra mereka,” jelasnya.

Riri menawarkan berbagai jenis paket hampers dengan harga yang bervariasi, mulai dari paket sembako mini hingga parcel berisi aneka camilan dan sirup yang identik dengan suasana Lebaran.

Untuk paket sederhana, harga dibanderol mulai sekitar Rp40 ribu. Sementara paket berisi jajanan dan minuman sirup dijual sekitar Rp110 ribu. Pelanggan juga dapat menyesuaikan isi hampers sesuai kebutuhan dan anggaran.

Dalam satu hari, Riri bersama suaminya mampu merangkai sekitar 15 hingga 20 paket hampers. Proses pengerjaan biasanya dimulai setelah sahur hingga sore hari.

“Biasanya setelah sahur langsung mulai merangkai hampers sampai sore. Kalau pesanan sedang banyak, harus dikejar agar bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Meski dijalankan dari rumah, usaha hampers tersebut mampu memberikan pendapatan yang cukup besar. Selama bulan Ramadan, omzet yang diperoleh bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau ditotal selama Ramadan, omzetnya bisa lebih dari Rp40 juta,” ungkap Riri.

Menurutnya, hampers kini menjadi pilihan praktis bagi masyarakat untuk berbagi kebahagiaan saat Lebaran. Selain mudah diberikan, isi paket juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan maupun anggaran pemberi.

Tingginya minat masyarakat terhadap hampers membuat usaha rumahan seperti milik Riri terus bertahan dari tahun ke tahun. Bahkan hingga mendekati Hari Raya, pesanan yang datang masih terus berdatangan.

“Alhamdulillah sampai sekarang pesanan masih terus masuk. Ini rezeki di bulan Ramadan,” pungkasnya.

Berita Terkait