Perempuan Mendominasi Pekerja Migran Asal Jombang di Luar Negeri

Foto : Ilustrasi dibuat dengan ai.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Peran perempuan dalam dunia kerja internasional kian mencolok. Di Kabupaten Jombang, mayoritas Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat ke luar negeri sepanjang 2024 ternyata didominasi oleh kaum perempuan.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang, dari total 410 warga yang diberangkatkan sejak Januari hingga Agustus 2024, sebanyak 310 di antaranya adalah perempuan. Sementara jumlah laki-laki yang berangkat hanya 100 orang.

Baca Juga

Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdianto, menyebutkan bahwa para PMI tersebut tersebar ke berbagai belahan dunia. Mayoritas, yakni 372 orang, bekerja di wilayah Asia dan Afrika. Sisanya tersebar di Eropa, Timur Tengah (24 orang), serta kawasan Amerika dan Pasifik (14 orang).

“Peningkatan ini tak lepas dari kerja sama yang kami jalin dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memiliki permintaan kerja dari luar negeri,” ujar Isawan.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Jombang tidak hanya fokus membuka lapangan kerja di dalam negeri, namun juga aktif memperluas peluang kerja di kancah internasional. Salah satunya dengan memfasilitasi pelatihan-pelatihan berbasis kebutuhan pasar global.

“Tahun ini kami menggandeng tiga LPK untuk melatih warga, mulai dari kemampuan bahasa asing hingga keahlian teknis yang dibutuhkan oleh negara tujuan,” imbuhnya.

Beberapa program pelatihan yang telah berjalan di antaranya adalah pelatihan housekeeper untuk kebutuhan kapal pesiar dan hotel internasional, pelatihan khusus bagi calon pekerja ke Hong Kong, serta pelatihan tenaga kesehatan dan layanan untuk Jepang.

Dari sisi angka, tren penempatan PMI asal Jombang mengalami fluktuasi dalam tiga tahun terakhir. Tercatat sebanyak 365 orang pada 2022, meningkat menjadi 601 orang pada 2023, dan hingga Agustus 2024 sudah menyentuh angka 596 orang.

Isawan berharap, melalui pelatihan yang terarah dan kerja sama yang kuat dengan berbagai pihak, warga Jombang terutama perempuan bisa terus meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja global.

“Kami ingin masyarakat Jombang bisa tampil dan bersaing di tingkat internasional, bukan hanya di dalam negeri,” pungkasnya.

Berita Terkait