Andalkan Kualitas, Tas Anyaman Plastik Buatan Warga Mojowarno Jombang Bertahan hingga Puluhan Tahun

Foto : Proses pembuatan tas anyaman plastik yang dilakukan oleh salah satu rekan kerja Setiawati Ningsih. (Wahyu/KabarJombang).
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Selama hampir 3 dekade, produk tas anyaman plastik yang diproduksi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Mojowarno, Jombang, hingga kini masih terus eksis di tengah persaingan pasar.

Setiawati Ningsih (61) pemilik UMKM produk tas anyaman plastik sekaligus pendiri UMKM yang berlokasi di Dusun Selorejo, Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno, Jombang tetap menjaga kualitas produk tas anyaman plastik. Produk tersebut mampu mempertahankan kepercayaan konsumen hingga saat ini. Hal itu, menjadikan bukti bahwa konsistensi dalam menjaga mutu merupakan kunci keberlangsungan usaha.

Baca Juga

Kualitas tas anyaman plastik yang diperolehnya saat ini tidak lepas dari berbagai macam pengalaman. Salah satu pengalaman utamanya ketika bekerja sebagai karyawan pembuatan tas selama 11 tahun.

Selama Setiawati Ningsih bekerja sebagai karyawan, dia mempelajari cara menganyam tas, pemasaran, dan menejemen produksi. Alhasil ia memberanikan diri untuk mendirikan UMKM tas anyaman dari plastik sendiri pada tahun 1997.

“Awalnya sebelum saya memperoleh hasilnya saat ini, dulu saya pernah bekerja ikut orang sebagai pengerajin tas selama 11 tahun. Jadi selama saya bekerja ikut orang saya juga mempelajari setiap cara demi cara baik cara pembuatan tas, pengelolaan menejemen, dan pemasaran. Sehingga, saya memberanikan diri untuk membuat UMKM sendiri berkat dari pengalaman saya ketika ikut orang bekerja sebagai pembuat tas anyaman selama 11 tahun,” ujar Setiawati Ningsih.

Ia berusaha tetap menjaga kualitas produk tas anyaman plastik dengan mengutamakan bahan baku sebagai bahan utama pembuatan tas anyaman plastik. Setiawati Ningsih tetap konsisten memilih bahan yang berkualitas, sekalipun banyak harga bahan yang lebih murah.

“Cara saya untuk menjaga kualitas diawali dengan pemilihan bahan baku utama. Dari awal hingga saat ini saya hanya menggunakan satu bahan baku utama sekalipun banyak harga bahan baku lebih murah. Prinsip saya hanya ada 2 yakni pertama kualitas bahan baku, dan yang kedua pelayanan. Memang ada banyak harga murah tapi kualitas belum tentu bagus,” ucapnya.

Produk tas milikinya biasanya ramai pemesanan ketika momentum tertentu, salah satunya adalah momen menjelang hari raya. Sedangkan, ketika bulan-bulan saat ini tidak begitu banyak pemesanan dibanding momen tertentu.

“Biasanya tas ini ramai pemesanan ketika menjelang hari raya, dan ketika momen hajatan. Kalau bulan-bulan seperti ini pemesanan bisa dibilang standar,” ungkapnya.

Ketika ramai pemesanan satu bulan Setiawati Ningsih beserta para pekerjanya bisa menghasilkan lebih dari 1.000 biji tas anyaman plastik. Ketika pemesanan sepi menghasilkan 300 sampai 100 biji tergantung pemesanannya.

“Kalau rame biasanya satu bulan bisa lebih dari 3.000 biji, sedangkan kalau hari biasa tergantung pemesanan dan stok yang ada. Terkadang 300, 200, 100 biji,” paparnya.

Tas anyaman plastik memiliki harga bervariasi, tergantung ukuran besar kecilnya tas, bahan tas anyaman plastik, dan model tas yang diinginkan oleh para pembeli atau pemesan.

Selian itu, banyaknya peminat tas buatan dari Setiawati Ningsih beserta para pekerjanya tidak hanya berada di ruang lingkup Kecamatan Mojowarno maupun Kabupaten Jombang. Lebih dari itu, sampai tembus ke luar Kabupaten hingga luar Pulau.

“Harga mulai dari Rp4.000 sampai Rp22.000 tergantung model, ukuran, dan bahan tas. Selama ini pemesan atau pelanggan tas kebanyakan di luar Kabupaten Jombang. Meskipun di Kabupaten Jombang juga tetap ada. Pelanggan lainnya ada di Malang, Batu, Jakarta, Malaysia dan Bali. Pernah waktu tahun 98 saya mengirimkan tas anyaman plastik ini ke Kanada, namun saat ini sudah tidak kirim ke Kanada,” ungkap Setiawati Ningsih.

Menurutnya tas anyaman dari plastik memiliki
Kualitas tersendiri dibandingkan tas dari bahan kain. Hal itu dia jelaskan karena tas dari bahan plastik lebih awet ketimbang dari bahan kain.

“Sepemahaman saya kalau orang lebih memilih tas anyaman plastik pertama karena bahannya lebih awet, bahkan kalau orang yang suka seni biasanya mereka lebih memilih tas anyaman dari plastik maupun dari rotan atau bambu. Kedua menyesuaikan dengan harga, dan ketiga tas anyaman plastik itu memiliki berbagai macam fungsi, tidak hanya digunakan pada saat acara hajatan saja, contoh seperti belanja ke Pasar, ke Sawah, memgirim makanan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Satu bulan Setiawati Ningsih bisa meraup untung jutaan rupiah tergantung tingkat pemesanan yang ada. Paling sedikit ia, memperoleh Rp5.000.000.

Berita Terkait