Mahasiswa Unesa Dorong UMKM Desa Made Jombang, Kembangkan Usaha dan Perluas Pasar

Mahasiswa PPK Ormawa, Unesa dorong pelaku UMKM Desa Made, Kudu, Jombang kembangkan usaha dan perluas pasar lewat program Niaga Made. (Istimewa).
  • Whatsapp

KUDU, KabarJombang.com-Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mendorong pelaku UMKM Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar melalui kegiatan Niaga Made.

Kegiatan yang digelar pada 31 Agustus 2026 di Desa Made tersebut diikuti para pelaku UMKM bersama tim PPK Ormawa BEM FISIPOL UNESA.

Baca Juga

Niaga Made menghadirkan rangkaian kegiatan berupa pelatihan kewirausahaan, branding produk, sesi tanya jawab, hingga praktik re-branding.

Ketua Pelaksana Niaga Made, Faris Amar Nurhamsyah, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan sekaligus motivasi kepada pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pelaku UMKM di Desa Made yang sudah berkenan hadir dan mengikuti kegiatan Niaga Made. Terima kasih juga kepada teman-teman PPK Ormawa BEM FISIPOL yang sudah bersama-sama mempersiapkan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan membantu teman-teman pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya,” ujar Faris Rabu (2/9/2026).

Dalam pelatihan, peserta terlebih dahulu mendapatkan materi mengenai kewirausahaan. Materi tersebut membahas pengembangan usaha serta pemanfaatan peluang yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis.

Peserta kemudian mengikuti sesi tanya jawab untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.

Pembahasan selanjutnya berfokus pada branding produk, terutama mengenai pentingnya membangun identitas produk agar lebih mudah dikenali konsumen.

Materi branding tidak berhenti pada penyampaian teori. Para peserta juga mengikuti praktik re-branding dengan mengembangkan kembali tampilan dan identitas produk masing-masing berdasarkan materi yang telah diberikan.

Menurut Faris, Kegiatan Niaga Made menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi, tetapi juga membutuhkan strategi branding dan pemasaran yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Pemanfaatan media sosial dan e-commerce menjadi salah satu peluang bagi pelaku UMKM Desa Made untuk memperkenalkan produk kepada konsumen di luar wilayah Jombang. Sementara itu, praktik re-branding dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengevaluasi kembali identitas dan tampilan produk mereka,” terangnya.

Melalui Niaga Made, PPK Ormawa BEM FISIPOL UNESA berupaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM Desa Made agar lebih siap mengembangkan usaha, baik dari sisi produk, branding maupun pemasaran.

“Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam memperkuat potensi UMKM Desa Made dan membuka akses pasar yang lebih luas,” ucapnya.

Salah satu peserta yang merupakan pelaku UMKM keripik gadung di Desa Made, Siska, mengaku mendapatkan motivasi baru untuk memperluas pemasaran produknya melalui platform digital.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi lebih termotivasi untuk membuka dan memperluas pasar secara online, salah satunya melalui e-commerce. Harapannya, produk keripik gadung dari Desa Made bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan sampai luar kota dan luar negeri,” katanya.

Menurut Siska, peluang pengembangan pasar keripik gadung cukup besar. Hal itu didukung oleh kapasitas produksi di Desa Made yang mencapai berton-ton dan melibatkan puluhan rumah produksi.

“Produksi keripik gadung di Desa Made ini cukup besar, bisa mencapai berton-ton dan diproduksi oleh puluhan rumah produksi. Jadi, kami berharap ke depannya bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” lanjutnya.

Pelaku UMKM keripik gadung lainnya, Susi, juga menilai pelatihan Niaga Made memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk mengembangkan usaha, khususnya melalui pemanfaatan media sosial.

“Pelatihan ini membantu saya memahami bagaimana cara mengembangkan usaha melalui media sosial supaya usaha bisa lebih maju ke depannya,” ungkap Susi.

Selain pemasaran, Susi berharap persoalan harga keripik gadung di pasaran juga mendapat perhatian. Ia berharap harga produk dapat lebih stabil sehingga tidak merugikan pelaku usaha.

“Harapannya ke depan harga keripik gadung di pasaran bisa lebih stabil dan lebih terkontrol, tidak terus mengalami penurunan harga,” pungkasnya.

Mahasiswa PPK Ormawa, Unesa dorong pelaku UMKM Desa Made, Kudu, Jombang kembangkan usaha dan perluas pasar lewat program Niaga Made. (Istimewa).

 

Berita Terkait