KBIHU Tuntut Kepastian Tiket Pulang Jemaah Umrah Jombang, Travel Klaim Aman

Ketua III KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah, ketika diwawancarai oleh awak media. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kepastian tiket kepulangan 190 an jemaah umrah KBIHU Muslimat NU Jombang ke Tanah Air masih menjadi tanda tanya. Di tengah proses keberangkatan yang sempat mengalami kendala dan perubahan jadwal, KBIHU menyebut tiket kepulangan belum diterima para jemaah. Sebaliknya, pihak travel mengeklaim tiket keberangkatan dan kepulangan sudah tersedia.

Ketua III KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah, mengatakan hingga Jumat (4/9/2026), para jemaah belum memegang tiket kepulangan. Ia menegaskan penyediaan tiket pulang merupakan bagian dari kewajiban travel untuk memenuhi hak jemaah.

Baca Juga

“Tiket kepulangan jamaah belum. Kewajiban travel ya harus memenuhi hak-haknya jamaah. Mulai dari proses pemberangkatan, di Tanah Suci sampai kepulangan ke Tanah Air. Otomatis tiket juga harus siapkan PP untuk jamaah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Menurut Ning Ema, tiket kepulangan semestinya sudah diterbitkan ketika jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Betul, seharusnya ketika para jamaah umroh sudah berangkat, tiket kepulangan juga harus issued,” ujarnya.

Ia mengatakan akan mengawal kepastian tiket kepulangan setelah seluruh jemaah KBIHU Muslimat NU Jombang diberangkatkan. “Setelah besok berangkat semua, baru saya gas untuk ngawal tiket kepulangan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur/CEO PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup), Erni Khairunnisa atau Ning Nisa, menyampaikan pernyataan berbeda. Ia menyebut tiket keberangkatan dan kepulangan para jemaah telah tersedia. “Berangkat semua sudah PP,” ucap Ning Nisa.

Ia juga menjelaskan persoalan keberangkatan jemaah yang sebelumnya sempat tertunda. Ia menyebut pada awalnya tiket dan visa jemaah telah disiapkan, namun keberangkatan dilakukan secara bertahap.

“Mohon klarifikasi. Jadi sebenarnya jamaah Muslimat awalnya sudah siap semua tiket visa. Cuma berangkat tidak bareng, per grup-grup. Tapi tidak mau berangkat, menolak berangkat, karena inginnya bersama-sama. Lalu semua tiket hangus. Dan setelah tiket hangus jamaah minta diberangkatkan lagi. Jadi kami membelikan tiket lagi untuk keberangkatan yang sekarang,” jelasnya.

Ia turut membantah pihak travel baru memberikan informasi perubahan keberangkatan kepada para jemaah sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatan ke bandara, yang diawali berkumpul terlebih dahulu di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang pada Minggu (30/8/2026).

“Kami tidak memberikan informasi itu. Sekitar setelah Isyak kami datang ke rumah Gus Didin, sowan untuk memberikan informasi tiketnya. Kami sampaikan ini adalah nama-nama jamaah yang berangkat sesuai tiket, 30, 40 pax, 50 pax, 70 pax, dan 8 pax yang grupnya gabungan dengan jamaah kantor yang sudah berangkat di tanggal itu juga,” ucapnya.

Di sisi lain, Widi, salah satu anggota keluarga jemaah umrah KBIHU Muslimat NU Jombang, mengungkapkan keluarganya yang tergabung ke dalam rombongan umrah belum menerima tiket kepulangan.

“Kata bulek saya besok dijanjikan tiket kepulangan, jadi disuruh menunggu dulu,” ucap Widi saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 54 jemaah umrah KBIHU Muslimat NU Jombang masih berada di sebuah hotel di Surabaya setelah kembali mengalami perubahan jadwal, puluhan jemaah tersebut kini dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Mereka akan menuju Bandara Juanda sekitar pukul 01.00 WIB dan dijadwalkan terbang pukul 05.10 WIB menggunakan penerbangan Garuda Indonesia.

“Jamaah saat ini ada di Hotel Surabaya. Nanti jam 01.00 WIB menuju bandara Juanda, take off pukul 05.10 WIB. Flight GA,” jelas Ning Ema.

Berita Terkait