JOMBANG, KabarJombang.com – Pagi itu, Minggu (20/9/2025), Pendopo Kabupaten Jombang berubah menjadi lautan warna. Di antara gelak tawa anak-anak, deretan meja mewarnai tersusun rapi. Crayon warna-warni memenuhi tangan-tangan mungil yang penuh semangat. Sebuah pemandangan yang bukan hanya menyenangkan mata, tetapi juga menghangatkan hati siapa pun yang melihatnya.
Itulah momen yang tercipta dalam Jombang Kids Festival 2025, sebuah Inisiatif dari Lembaga Sosial Rombong Sedekah dan Asyyifa Farma Group Indonesia (Afgindo).
Yang tahun ini berhasil menghadirkan Lebih dari 200 anak dari berbagai SD/MI dan TK/RA Se-Kabupaten Jombang. Bahkan untuk proses babak penyisihan tingkat TK/RA dilakukan di beberapa kecamatan sejak 1 bulan yang lalu.
“Tujuannya untuk memberikan kesempatan dan menemukan bibit-bibit berbakat dari siswa-siswi yang ada di kecamatan-kecamatan pinggiran Jombang, dan setelah itu dilakukan Final di Pendopo Kabupaten Jombang, ” terang Ari Subagio, selaku Ketua Panitia.
Lebih lanjut ia mengatakan, festival ini bukan sekadar lomba mewarnai. Di balik setiap coretan warna yang digoreskan, tersimpan nilai-nilai besar yang ingin ditanamkan kreativitas, sportivitas, kebersamaan, dan keberanian untuk bermimpi.
Menurutnya, festival ini adalah wujud nyata dari sebuah cita-cita sederhana menciptakan ruang yang positif bagi anak-anak untuk tumbuh. “Kami ingin memberikan lebih dari sekadar lomba. Ini tentang membangun karakter, menanamkan nilai budaya, dan memperkuat peran keluarga,” katanya.
Itulah sebabnya, selain lomba mewarnai, digelar pula sebuah talkshow edukatif yang diikuti lebih dari 200 orang tua. Di sini, para orang tua diajak berdiskusi tentang bagaimana menjadi pendamping terbaik bagi anak-anak mereka. Tidak menggurui, tidak menghakimi hanya berbagi, mendengar, dan saling menguatkan.
“Kadang, orang tua lupa bahwa pendidikan karakter anak dimulai dari rumah. Talkshow ini membantu mengingatkan kembali,” ungkap Ari.
Satu momen yang tak terlupakan adalah ketika 50 anak yatim dan dhuafa diajak berkeliling Pendopo Kabupaten Jombang. Dengan mata berbinar, mereka mendengarkan cerita tentang sejarah dan budaya Jombang sebuah pengalaman baru yang menggetarkan hati.
“Tidak sedikit dari mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat bersejarah itu. Apalagi ketika mereka menerima santunan dan bingkisan khusus, senyum mereka seolah menjadi penanda hari itu bukan hari biasa. Hari itu adalah hari bahagia, ” jelasnya.
Di balik suksesnya acara ini, ada kolaborasi luar biasa dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Jombang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, serta Forum Puspa Arimbi, yang berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jombang, yang bahu-membahu mendukung jalannya kegiatan.
Dukungan juga datang dari sejumlah sponsor lokal dan nasional seperti Dexa Medica, Afco Group, Ningrat Lileco, Lantikya, Hana Park, STIFIn Indonesia, Mienesia, Olivia Bakery dan Nads Bakery serta puluhan UMKM Jombang yang turut berkontribusi. Mereka bukan sekadar pendukung, tapi bagian dari semangat gotong royong yang menjadi napas acara ini.
“Kami percaya bahwa membesarkan anak-anak bangsa bukan tugas satu pihak saja. Butuh sinergi antara komunitas, pemerintah, swasta, hingga media,” terang Ari.
Jombang Kids Festival 2025 telah usai. Namun semangatnya masih terasa. Di hati anak-anak, tertinggal kenangan indah. Di benak para orang tua, tumbuh harapan baru. Dan bagi penyelenggara, ini adalah langkah awal menuju gerakan yang lebih besar.
“Kami sudah mulai memikirkan Jombang Kids Festival 2026. Semoga bisa lebih luas, lebih inklusif, dan tentu saja lebih berdampak,” tutup Ari Subagio.
Karena sejatinya menurut Ari, merawat masa depan bangsa bukan hanya soal mendidik anak-anak untuk cerdas di atas kertas, tapi juga membangun mereka menjadi manusia yang tangguh, kreatif, dan peduli sesama.









