Sempat Kritis, Korban Kebakaran Kaliwungu Jombang Bertambah

Korban Kebakaran Rumah Di Jalan Adityawarman
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Perkembangan terbaru dari kasus kebakaran rumah di Jalan Adityawarman No. 87, RT 03/RW 01, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi dua orang.

Setelah sebelumnya seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Maya (23) dinyatakan meninggal dunia akibat menghirup asap saat kejadian, kini satu korban lain, Sri Indah (33), yang sempat dalam kondisi kritis, juga dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Jombang.

Baca Juga

Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, menyampaikan bahwa Sri Indah mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

“Korban atas nama Sri Indah, ART berusia 33 tahun, yang sebelumnya dalam kondisi kritis, dinyatakan meninggal dunia di RSUD Jombang,” ujar AKP Edy dalam keterangannya.

Jenazah korban kemudian telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Dusun Bendungrejo, Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran tersebut menjadi dua orang, keduanya merupakan asisten rumah tangga yang berada di dalam rumah saat peristiwa terjadi.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran terjadi pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik pada perangkat AC di ruang tengah rumah milik Tomi Yulianto.

Saat kejadian, kondisi rumah dalam keadaan tertutup rapat sehingga memperlambat proses evakuasi. Petugas pemadam kebakaran yang tiba sekitar pukul 00.00 WIB harus membuka paksa akses masuk untuk memadamkan api dan menyelamatkan penghuni.

Sebanyak tujuh orang berhasil dievakuasi dari dalam rumah, sebagian di antaranya mengalami sesak napas akibat paparan asap tebal. Seluruh korban sempat dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik pada AC.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta.

Kapolsek Jombang juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik, terutama penggunaan peralatan elektronik berdaya besar seperti AC.

“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.

Berita Terkait