Peserta Juara Gerak Jalan di Kabuh Jombang Dibatalakan Sepihak, Panitia Dianggap Tidak Konsisten

Foto : Ilustrasi dibuat dengan ai.
  • Whatsapp

KABUH, KabarJombang.com — Kekecewaan mendalam dirasakan oleh salah satu peserta lomba gerak jalan di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Pasalnya, kelompok mereka yang sebelumnya diumumkan sebagai salah satu juara secara mendadak dibatalkan status kemenangannya tanpa ada pemberitahuan resmi dari pihak panitia.

Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, lomba gerak jalan tersebut berlangsung pada 12 Agustus 2025 yang lalu, dan hasil pemenangnya diumumkan satu hingga dua hari setelah kegiatan. Kelompoknya disebut sebagai salah satu juara.

Baca Juga

“Bukan soal hadiahnya yang kami persoalkan, tapi inkonsistensi dari panitia. Nama baik kami jadi taruhannya. Keputusan dewan juri seharusnya bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat,” ungkapnya kepada Kabar Jombang, pada Rabu (3/9/2025).

Namun, beberapa hari setelah pengumuman, tanpa alasan yang jelas, kelompok mereka tidak lagi tercantum sebagai pemenang. Bahkan, posisi juara 2 dan 3 disebut telah digantikan oleh kelompok lain.

“Tidak ada pemberitahuan resmi, padahal saat registrasi kami diminta menyertakan nomor WhatsApp untuk komunikasi. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar. Tiba-tiba saja, juara kami dibatalkan,” lanjutnya.

Kekecewaan semakin memuncak ketika panitia sempat berjanji akan mengumumkan ulang hasil lomba pada 29 Agustus 2025. Namun hingga kini, janji tersebut tak juga ditepati.

“Awalnya dijanjikan diumumkan ulang tanggal 29, tapi sekarang sudah tanggal 1 September, tetap tidak ada kejelasan. Ini jelas bentuk ketidakprofesionalan panitia. Teman-teman merasa seperti dibohongi,” ujarnya.

Peserta menyayangkan sikap panitia yang dinilai tidak konsisten dan terkesan plin-plan. Menurutnya, keputusan dewan juri dalam lomba seperti ini seharusnya bersifat final dan tidak bisa diubah semena-mena.

“Kalau sudah diumumkan juara, mestinya tidak bisa diganggu gugat. Tapi ini kenapa bisa dibatalkan begitu saja? Apakah karena ada tekanan dari pihak lain atau opini-opini liar yang tidak berdasar?” imbuhnya.

Ia juga menyebut bahwa hanya dua kelompok yang terkena dampak dari keputusan sepihak panitia tersebut, yakni juara 2 dan juara 3. Sementara juara 1 tetap tidak berubah.

“Kalau kelompok lain merasa kami tidak layak juara, seharusnya itu tidak bisa jadi alasan untuk mengubah keputusan dewan juri. Kecuali ada pelanggaran yang jelas dan bisa dibuktikan secara objektif,” tambahnya.

Peserta berharap ada evaluasi serius terhadap panitia penyelenggara agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Mereka juga meminta agar keputusan lomba disampaikan secara transparan dan adil.

“Kami hanya ingin keadilan dan kejelasan. Kami ikut lomba atas undangan resmi, sudah tampil maksimal, dan diumumkan menang. Tapi kemudian dibatalkan tanpa alasan dan tanpa pemberitahuan. Ini mencoreng nama baik kami,” tandasnya.

Menanggapi polemik tersebut, Mulyadi Ketua Panitia akhirnya angkat bicara. Ia mengakui adanya kesalahan dalam proses penilaian dan menyatakan bahwa keputusan telah dikembalikan ke hasil pengumuman awal.

“Sudah saya umumkan, karena kesalahan saya, saya kembalikan ke pengumuman awal. Dan sudah saya umumkan kembali ke awal,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Berita Terkait