KESAMBEN, KabarJombang.com– Kendaraan Isuzu Elf yang mengangkut 22 penumpang rombongan asal Madura terguling di ruas Tol Jombang-Mojokerto KM 705+600 B, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Sabtu (30/5/2026) pagi. Kecelakaan tunggal yang diduga dipicu pecahnya ban belakang kiri tersebut mengakibatkan satu penumpang mengalami luka berat dan sembilan lainnya luka ringan.
Korban luka berat diketahui bernama Abril (42), warga Kabupaten Sampang. Sementara sembilan korban luka ringan masing-masing Fa (11), ZL (10 bulan), Saimah (20), Za (2), Suringa (70), SI (10), Siti (50), Sia (65), dan Muadah (45).
Penumpang lainnya, yakni Anwar (23), Sumiati (37), Suraidah (28), Kholil (17), SN (14), Suriyeh (45), Nur (35), Nisto (45), Arifin (17), Subaki (50), Romli (18), serta Fauzi (40), dilaporkan selamat.
Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jomo, Yuni Rihal, mengungkapkan kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.50 WIB. Kendaraan Isuzu Elf dengan nomor polisi M 7082 UH yang dikemudikan Ahmad Fauzi sedang dalam perjalanan dari Madura menuju Blitar.
Menurutnya, kendaraan melaju di lajur kiri dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam saat melintas di KM 705+600 B, tepatnya di atas Jembatan Sungai Brantas.
“Ketika melintas di KM 705+600 B dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam di lajur kiri, ban belakang kiri kendaraan mengalami pecah ban,” ujar Yuni.
Akibat ban pecah tersebut, pengemudi kehilangan kendali sehingga kendaraan oleng ke arah kanan sebelum akhirnya terguling dan melintang di lajur kiri maupun lajur kanan jalan tol.
“Akibat pecah ban itu, pengemudi kehilangan kendali sehingga kendaraan oleng ke kanan dan terguling di lajur kiri maupun lajur kanan,” ucapnya.
Benturan keras menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah kaca kendaraan pecah, bagian depan penyok, dan kendaraan berhenti dalam posisi terguling ke samping.
“Saat ini memang diduga kecelakaan dipicu pecah ban belakang kiri kendaraan saat melaju di jalur tol, sehingga mengakibatkan benturan keras yang menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah,” ungkapnya.
Petugas tol bersama ambulans dan kepolisian segera melakukan evakuasi korban serta kendaraan untuk menghindari gangguan arus lalu lintas. Setelah proses evakuasi selesai, kondisi lalu lintas di ruas tol tersebut kembali normal.
“Mayoritas korban merupakan warga Kabupaten Sampang, Madura. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis oleh petugas di lokasi,” pungkas Yuni.









