Persiapan 70 Persen, 2.000 Panitia Lokal Siap Sukseskan Muktamar NU di Tambakberas Jombang

Ketua OC Muktamar NU ke-35, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul saat diwawancarai. (Istimewa) 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, memasuki fase akhir. Menjelang sekitar 35 hari pelaksanaan, panitia penyelenggara terus mematangkan berbagai aspek, mulai dari sumber daya manusia, infrastruktur, hingga layanan bagi peserta dan tamu.

Sebanyak 2.000 panitia lokal disiagakan untuk mendukung kelancaran agenda lima tahunan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Kesiapan itu ditandai dengan apel siaga yang berlangsung di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga

Apel diikuti berbagai unsur, mulai dari pengamanan internal pesantren, liaison officer (LO), petugas akomodasi dan parkir, Banser, MWC NU, hingga GASMI. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan apel siaga digelar untuk memastikan seluruh panitia memahami peran masing-masing sehingga koordinasi di lapangan dapat berjalan optimal saat muktamar berlangsung.

“Masih ada sekitar 35 hari menuju pelaksanaan muktamar. Kami menyiagakan sekitar 2.000 panitia lokal. Apel ini juga untuk memastikan koordinasi berjalan baik sehingga setiap bidang memahami tugasnya,” ujar Gus Rozaq.

Ia menambahkan, pembekalan bagi panitia tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Dalam waktu dekat, panitia masih akan menggelar apel lanjutan sebagai bagian dari penyamaan persepsi dan penguatan koordinasi seluruh personel yang terlibat.

Dari sisi pembangunan fasilitas, progres persiapan disebut telah mencapai sekitar 70 persen. Sejumlah pekerjaan yang kini menjadi prioritas antara lain penyelesaian area parkir, kawasan bazar, dapur umum, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Panitia menyiapkan lahan parkir seluas sekitar tiga hektare di sisi timur kompleks pesantren. Saat ini proses pengurukan lahan masih berlangsung agar area tersebut dapat digunakan tepat waktu.

Selain itu, dapur umum juga sedang dipersiapkan di atas lahan sekitar 2.000 meter persegi dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya melayani panitia, tetapi juga rombongan penggembira yang hadir di luar peserta resmi.

Menurut Gus Rozaq, peserta resmi tetap memperoleh layanan konsumsi berupa katering tiga kali sehari. Sementara pengunjung nonpeserta akan mendapatkan pelayanan dasar seperti minuman hangat dan sarapan selama berada di lokasi muktamar.

Untuk urusan administrasi peserta, Gus Rozaq menegaskan bahwa proses registrasi maupun verifikasi bakal calon pengurus sepenuhnya menjadi kewenangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Adapun panitia lokal berfokus pada penyediaan fasilitas penunjang, seperti akomodasi, transportasi, sanitasi, hingga layanan kesehatan.

Berdasarkan informasi dari PBNU, jumlah peserta resmi yang membawa mandat dari PCNU maupun PWNU diperkirakan mencapai sekitar 3.300 orang. Selain itu, muktamar juga akan dihadiri delegasi dari sejumlah negara melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), di antaranya Maroko, Mesir, Suriah, Arab Saudi, dan Nigeria.

Panitia juga tengah menyiapkan kebutuhan akomodasi bagi tamu mancanegara sambil menunggu data resmi mengenai kedatangan peserta dari PBNU.

Sementara itu, Ketua OC Muktamar NU ke-35, Saifullah Yusuf, menyampaikan optimisme bahwa seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat diselesaikan sesuai jadwal. Ia menilai kesiapan panitia maupun progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang positif.

“Seluruh elemen panitia dikumpulkan agar memiliki semangat yang sama dan memahami tugas masing-masing. Dengan perkembangan persiapan yang saya lihat hari ini, saya optimistis penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung dengan lancar,” katanya.

Gus Ipul, sapaan akrabnya menjelaskan, berbagai sarana penunjang terus dilengkapi, termasuk penambahan lebih dari 150 unit toilet, pemasangan pendingin ruangan di sejumlah titik, ruang persidangan, area parkir, dapur umum, hingga lokasi pameran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada peserta, tamu undangan, maupun masyarakat yang diperkirakan akan memadati kawasan pesantren selama pelaksanaan muktamar.

Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama panitia. Mengingat jumlah tamu diproyeksikan mencapai sekitar 200 ribu orang, pengamanan akan melibatkan unsur keamanan internal pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, Polri, dan TNI.

Berita Terkait