JOMBANG, KabarJombang.com – Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden, R. Erlin Suastini, menyampaikan salam perpisahan kepada para awak media di sela-sela penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).
Penutupan forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut turut dihadiri kembali oleh Presiden Prabowo Subianto, setelah sebelumnya membuka rangkaian muktamar secara resmi pada 27 Agustus 2026 lalu.
Di tengah agenda kenegaraan tersebut, Erlin mengumumkan secara lisan bahwa hari itu menandai berakhirnya masa pengabdian dan tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
”Hari terakhir saya sebagai ASN,” ujar Erlin sembari menunjukkan kartu identitas (ID card) yang tergantung di lehernya.
Pernyataan perpisahan itu langsung disambut dengan candaan hangat dan gelak tawa dari para jurnalis yang meliput di lokasi.
“Jangan-jangan ibu langsung ngilang nanti,” celetuk salah satu jurnalis merespons momen tersebut.
“Pergi tanpa pesan ya,” jawab Erlin.
Rekam Jejak di Istana dan Transisi Karier
R. Erlin Suastini memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Istana. Dilantik sebagai Kepala BPMI sejak 29 Juli 2019 oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, ia tetap dipercaya aktif bertugas di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga masa transisi ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai Kepala BPMI, ia memimpin biro di bawah Kedeputian Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden yang memegang tanggung jawab besar atas peliputan, publikasi, dokumentasi, serta pengaturan seluruh kegiatan kepresidenan.
Namanya juga sempat menjadi sorotan publik pada tahun 2025 lalu terkait dinamika hubungan kerja dengan awak media istana.
Saat itu, Erlin disorot usai mencabut id pers istana, Diana Valencia, jurnalis CNN Indonesia, sebelum akhirnya dikembalikan. Keputusan tersebut menuai kritik karena dinilai membatasi kerja jurnalistik.
Kini, setelah menyelesaikan masa baktinya sebagai abdi negara, Erlin beralih peran ke sektor korporasi strategis. Namanya resmi tercatat menduduki posisi baru sebagai Komisaris PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) atau TII sejak awal Juli 2026 lalu.









