NGORO, KabarJombang.com – Seorang pelajar perempuan berusia 17 tahun di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, dilaporkan menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang pria berinisial E (40), warga Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng. Insiden yang memicu trauma mendalam pada korban ini terjadi pada Kamis (16/11/2025), saat korban tengah dalam perjalanan menuju sekolah.
Menurut informasi yang dihimpun, korban yang sehari-hari berangkat sekolah dengan berjalan kaki dan tak memiliki kendaraan, ditawari tumpangan sepeda motor oleh pelaku E, yang diketahuinya sebagai kenalan dari ayahnya. Tanpa curiga, korban pun menerima tawaran tersebut.
Namun, di tengah perjalanan, niat buruk pelaku mulai terlihat. Pelaku E sempat menawari korban untuk bergantian menyetir dan memberinya uang Rp10.000, sebelum kemudian melancarkan aksinya. Dalam kesempatan tersebut, pelaku tiba-tiba melakukan perbuatan tak senonoh dengan meremas bagian payudara korban.
Korban yang kaget dan merasa dilecehkan, langsung menghentikan kendaraan. Ia lantas meloncat dan berlari kencang menuju area sekolah dalam kondisi menangis histeris. Aksi spontan korban ini mengakhiri upaya pelecehan yang dilakukan pelaku E.
Peristiwa memilukan ini segera diketahui pihak sekolah. Kepala Sekolah tempat korban menuntut ilmu lantas menghubungi orang tua korban. Didampingi Kepala Sekolah dan orang tuanya, korban kemudian melaporkan dugaan tindakan pelecehan seksual ini ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang.
“Berangkat sekolah ditumpangi teman bapaknya, lha kok diajak muter-muter, akhirnya anaknya lari. Kemarin sudah lapor polisi,” ujar salah satu guru korban saat dikonfirmasi awak media, Jumat (17/10/2025).
Pasca-kejadian, kondisi korban dilaporkan sangat tertekan. “Kondisi korban trauma, tidak mau berangkat sekolah,” tambahnya.
Keluarga korban telah mengantongi Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dari Polres Jombang dan kini menantikan tindak lanjut hukum untuk memastikan pelaku E mendapatkan sanksi yang setimpal atas perbuatannya.









