JOMBANG, KabarJombang.com – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga cabai di Pasar Pon Jombang merangkak naik tajam. Cabai rawit yang sebelumnya hanya Rp35 ribu per kilogram kini tembus hingga Rp100 ribu untuk kualitas super.
Hari, salah satu pedagang cabai di Pasar Pon Jombang, mengatakan kenaikan drastis ini mulai terasa sekitar dua minggu terakhir. “Harga tertinggi cabai rawit hari ini Rp100 ribu per kilogram untuk yang super. Kalau yang kualitas biasa Rp90 ribu, sedangkan cabai petek atau yang rusak cuma Rp30 ribu,” jelasnya ketika ditemui pada Senin (8/12/205).
Ia menambahkan, kenaikan harga ini diduga kuat akibat perubahan cuaca yang ekstrem. “Kemarin udara panas, tapi tiba-tiba hujan. Banyak tanaman yang rusak,” ujarnya.
Tak hanya memengaruhi konsumen, pedagang juga mengaku terdampak. Omzet penjualan Hari menurun hampir 50 persen. “Biasanya sehari bisa jual 60 kilo, sekarang cuma 30 kilo,” katanya.
Harga cabai merah ikut naik meski tidak sedrastis cabai rawit. Saat ini cabai merah dijual Rp45 ribu per kilogram, dari harga normal Rp35 ribu.
Sejumlah pembeli turut mengeluhkan lonjakan harga ini. Umrotin, salah satu pembeli di Pasar Pon, menyebut kenaikan cabai membuat masyarakat resah. “Itu yang terlalu meloncat, cabai. Terus naik. Meresahkan gara-gara MBG,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah turun tangan menstabilkan harga kebutuhan dapur. “Kedepannya semoga menurun. Kasihan keluarga miskin. Biasanya saya beli dua kilo, sekarang terpaksa cuma satu kilo,” harapnya.
Lonjakan harga cabai ini diperkirakan masih bisa berlanjut jika kondisi cuaca tidak segera membaik dan pasokan dari petani tetap terbatas.









