Jelang Nataru, Dua Komoditas Pangan di Jombang Alami Kenaikan Harga, Pemkab Turun ke Pasar

  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Jombang melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pasar guna memastikan harga dan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga. Kegiatan tersebut dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pon serta sejumlah distributor sembako, Sabtu (14/12/2025).

Sidak yang dipimpin Bupati Jombang, Warsubi, mengungkap adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas utama, khususnya cabai rawit dan telur ayam. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa secara umum kondisi pasar masih relatif stabil dan stok pangan dinilai aman.

Baca Juga

Dalam hasil pemantauan tersebut, harga cabai rawit tercatat berada di kisaran Rp67.000 hingga Rp68.000 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dan menjadi perhatian menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat libur panjang akhir tahun.

Selain cabai rawit, telur ayam juga mengalami penyesuaian harga. Dari harga normal Rp27.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp28.000 per kilogram.

“Kami berharap harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru bisa tetap terkendali. Namun memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti cabai rawit dan telur ayam,” ujar Warsubi kepada wartawan usai melakukan sidak.

Sementara itu, harga sejumlah bahan pangan lainnya masih berada dalam batas wajar. Beras SPHP dijual dengan harga Rp11.500 hingga Rp12.000 per kilogram. Untuk beras medium dan premium masing-masing berada di kisaran Rp13.000 dan Rp15.000 per kilogram.

Komoditas minyak goreng Minyakita tercatat dijual Rp18.000 per liter, mengalami kenaikan sekitar Rp1.000. Namun, Bupati menegaskan bahwa kenaikan tersebut lebih disebabkan oleh kendala distribusi, bukan kelangkaan stok.

Adapun harga ayam potong berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp36.000 per kilogram. Bawang merah dijual Rp40.000 sampai Rp45.000 per kilogram, sedangkan bawang putih relatif stabil di harga Rp27.000 per kilogram.

Terkait ketersediaan bahan pangan, Pemkab Jombang memastikan pasokan dalam kondisi aman. Pemerintah daerah juga menggandeng Bulog untuk melakukan operasi pasar sebagai langkah antisipasi lonjakan harga menjelang Nataru.

“Untuk stok pangan di Jombang, saat ini sangat mencukupi. Operasi pasar terus kami lakukan agar harga tetap stabil dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” pungkas Warsubi.

Berita Terkait