Hampers Box Asal Jombang Tembus Pasar Internasional, Pesanan Membludak Jelang Akhir Tahun

Foto: Riza Nur Afifah ketika menyelesaikan pesanan hampers box. (Istimewa/KabarJombang).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Usaha kerajinan hampers box di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan pesat. Menjelang akhir tahun, permintaan produk kemasan tersebut kian meningkat tajam. Di bawah tangan terampil Riza Nur Afifah (37), pemilik Zafirah Gift Box, hampers buatannya tidak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga berhasil merambah pasar nasional hingga internasional, termasuk ke Cina.

Usaha yang bermula dari hobi ini kini menjelma menjadi bisnis yang menjanjikan. Ia menjalankan produksi dan pemasaran dari tokonya, Zafirah Gift Box, yang berlokasi di Jl. KH. Mimbar No. 82, Dusun Sambongduran, Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang.

Baca Juga

Ia menegaskan bahwa fokus usahanya adalah mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerahnya.

“Biasanya kami membuat kemasan untuk mendukung produk UMKM di Jombang agar bisa naik kelas,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Riza menjelaskan bahan baku utama pembuatan hampers adalah karton super tebal yang dilapisi wallpaper kertas. Motif yang digunakan dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen, mulai dari batik hingga anyaman daun pandan. Desain kemasan pun fleksibel, dapat berasal dari ide pelanggan maupun tim kreatifnya sendiri.

“Ukuran paling kecil itu 7 x 7, biasanya untuk kotak cincin. Pernah juga membuat ukuran paling besar untuk packaging sepeda motor. Harganya mulai Rp 3.000 sampai Rp 400.000,” jelasnya.

Ia mengakui ketika awal merintis usaha, pemasaran merupakan tantangan terbesar. Namun, perkembangan teknologi digital menjadi angin segar bagi bisnisnya.

“Dulu susah, sekarang lebih mudah karena dibantu banyak platform digital,” katanya.

Dalam sehari, Riza mampu menyelesaikan sekitar 35 kemasan. Pada musim puncak seperti akhir tahun, jumlah pesanan bisa mencapai ratusan. Untuk memenuhi tingginya permintaan, ia turut memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga tambahan.

Jangkauan pemasarannya kini meluas ke berbagai daerah, termasuk Kalimantan, Banyuwangi, Surabaya, Pasuruan, dan Yogyakarta. Bahkan, ia pernah mengirimkan hampers sampai ke Cina untuk kebutuhan kemasan merchandise pabrik berupa sendok, garpu, dan sumpit.

Usaha tersebut dimulai sekitar 14 tahun lalu dengan modal hobi dan rasa penasaran Riza Nur Afifah.

“Awalnya karena senang dan coba-coba, akhirnya berkembang sampai sekarang, sudah banyak permintaan atau pemesanan,”  pungkasnya.

Kisah sukses Riza Nur Afifah menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya bahwa kreativitas, konsistensi, dan pemanfaatan teknologi mampu membawa produk kerajinan lokal menembus pasar internasional.

Berita Terkait