JOMBANG, PojokUpdate.com – Sejumlah kios di Pasar Pon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, hingga kini masih belum terisi. Selain tingkat hunian yang belum maksimal, kondisi fisik bangunan pasar juga mulai menunjukkan kerusakan, terutama pada bagian atap yang tampak berlubang dan berkarat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Namun, pada tahun anggaran 2026 ini belum ada alokasi dana untuk perbaikan maupun rehabilitasi pasar.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan Kabupaten Jombang, Haris, menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran membuat seluruh pasar di wilayah Kabupaten Jombang belum mendapatkan program perbaikan reguler.
“Untuk tahun 2026 memang tidak ada kegiatan rehabilitasi pasar karena efisiensi anggaran. Jadi sementara belum ada perbaikan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Meski demikian, pihaknya berencana mengajukan sejumlah pasar yang memiliki persoalan mendesak agar dapat masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
Beberapa kerusakan yang menjadi prioritas di antaranya saluran drainase atau gorong-gorong serta atap lapak pedagang. Adapun pasar yang masuk dalam daftar perhatian antara lain Pasar Pon, Pasar Peterongan, Pasar Mojoagung, dan Pasar Citra Niaga.
Khusus untuk Pasar Pon, jumlah kios yang tersedia diperkirakan sekitar 60 unit dengan tingkat keterisian sekitar 70 persen. Meski sebagian besar sudah dimiliki pedagang, masih terdapat sejumlah lapak kosong, terutama di bagian belakang pasar seperti area bedak daging.
Menurut Haris, ada pedagang yang sebenarnya telah memiliki tempat di dalam pasar, namun memilih berjualan di luar area pasar. Kondisi ini menyebabkan beberapa kios tidak dimanfaatkan secara optimal.
Ia menegaskan, apabila lapak tidak digunakan selama tiga bulan berturut-turut, maka sesuai ketentuan peraturan bupati, hak pemanfaatannya dapat dicabut dan dialihkan kepada pedagang lain yang berminat.
“Kalau memang lama tidak ditempati, nanti akan kami segel dan diberikan kepada pedagang lain yang siap menempati,” tegasnya.
Pasar Pon sendiri dibangun pada 2022 melalui skema Bantuan Keuangan Provinsi (BKPRO) dengan nilai proyek sekitar Rp3,9 miliar.
Berdasarkan data LPSE Kabupaten Jombang, pengerjaan proyek dimulai 19 Juli 2022 dan rampung pada 16 Desember 2022.
Dalam proyek tersebut dibangun 72 kios dan 7 toko, ditambah 20 kios cadangan serta 75 los untuk pedagang.
Pemerintah daerah berharap pedagang yang telah memiliki lapak dapat segera memanfaatkan fasilitas yang tersedia agar aktivitas perdagangan di dalam pasar kembali ramai dan optimal.









