JOMBANG, KabarJombang.com – Di tengah padatnya rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, ada satu fasilitas yang cukup menarik perhatian para muktamirin. Yakni posko kesehatan tradisional berupa layanan pijat gratis.
Salah satunya berada di Tower 5 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Posko ini menjadi tempat para muktamirin melepas penat setelah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan muktamar.
Menariknya, layanan pijat tersebut tidak mematok tarif alias gratis. Para muktamirin cukup datang dan mendaftar untuk mendapatkan layanan. Namun, jika ada yang memberikan uang secara sukarela sebagai tip atau fee kepada relawan, hal tersebut tetap diterima.
Ahmad Muhyiddin, salah seorang relawan pijat asal Kabupaten Pasuruan di posko tersebut, mengatakan layanan kesehatan tradisional itu memang disiapkan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan para muktamirin selama mengikuti Muktamar Ke-35 NU.
“Kita itu untuk khidmah ke Muktamar NU supaya muktamirin diberi kesehatan, kekuatan untuk menghadiri muktamar ini, untuk membantu kesehatannya,” kata Ahmad, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, layanan kesehatan tradisional berupa pijat tersebut tidak hanya tersedia di Tower 5 UNWAHA. Tim relawan juga ditempatkan di beberapa lokasi lain di kawasan arena muktamar.
“Tempatnya ada di Tower 5 di UNWAHA, di MAN Tambakberas, dan di MTsN 3 Jombang,” ujarnya.
Total terdapat sekitar 42 relawan pijat yang dikerahkan dan tersebar di tiga lokasi tersebut. Khusus di satu tower, terdapat tujuh relawan yang bekerja dengan sistem shift.
“Kalau satu tower itu ada tujuh. dengan dua shift pagi dan shift siang,” jelasnya.
Antusiasme muktamirin untuk memanfaatkan layanan ini juga cukup tinggi. Ahmad menyebut, rata-rata sekitar 20 orang datang untuk mendapatkan layanan pijat setiap harinya di posko yang ia jaga.
Pelayanan bahkan berlangsung hingga malam hari. Shift berikutnya dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Karena jumlah peminat cukup banyak, waktu pijat setiap orang dibatasi sekitar 15 menit. Sistem pelayanannya pun sederhana. Muktamirin yang membutuhkan cukup datang dan mendaftar, kemudian dilayani berdasarkan urutan kedatangan.
“Langsung daftar, hadir saja. Siapa dulu, kita tangani. Tidak ada syarat ID card,” katanya.
Keluhan yang ditangani pun umumnya merupakan keluhan ringan yang muncul akibat aktivitas dan perjalanan para muktamirin.
“Rata-rata capek-capek, ada yang pusing, ada yang pinggangnya sakit, pokoknya masuk ke kategori penyakit ringan,” ungkap Ahmad.
Untuk mencegah antrean semakin panjang, layanan pijat dibatasi 15 menit untuk setiap orang. Relawan juga menggunakan minyak pijat yang disebutnya telah terdaftar di BPOM.
Selain pijat dengan tangan, sejumlah terapi juga menggunakan alat bantu berbahan kayu. Salah satunya kayu yang disebut Ahmad berasal dari jenis kayu ulin dari Kalimantan.
Bagi relawan, layanan tersebut bukan sekadar pekerjaan. Mereka menganggap keberadaan posko pijat sebagai bagian dari khidmah dalam pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.
Soal pembayaran, Ahmad menegaskan tidak ada tarif yang dibebankan kepada muktamirin. Para relawan memberikan layanan secara sukarela. “Enggak bayar, Pak, gratis, karena kita kan relawan,” tegasnya.
Meski gratis, tidak sedikit muktamirin yang memberikan tip secara sukarela setelah mendapatkan layanan.
“Alhamdulillah,” jawab Ahmad ketika ditanya mengenai banyaknya muktamirin yang memberikan tip.
Nominalnya pun tidak ditentukan. Ada yang memberikan Rp50 ribu, ada pula yang memberikan Rp100 ribu. Namun, pemberian tersebut sepenuhnya sukarela karena posko memang tidak menetapkan tarif.
“Ada yang 50, ada yang 100 ribu, tidak mesti, karena kita enggak ada tarif khusus,” katanya.
Uang yang terkumpul dari pemberian sukarela tersebut nantinya dibagi bersama tim relawan. Ahmad menyebut, rata-rata sekitar Rp200 ribu per orang dalam sehari sebelum dibagikan dengan anggota tim.
Bagi para relawan, berapa pun pemberian yang diterima bukan menjadi tujuan utama. Mereka lebih mengutamakan kesempatan untuk ikut berkhidmah dan membantu para muktamirin agar tetap bugar selama mengikuti agenda besar Muktamar Ke-35 NU di Jombang.









