Diduga Gegara Bumbu Pecel, Tetangga di Jogoroto Jombang Saksikan Kekerasan pada Puji

TKP kos di Dusun/Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang yang menjadi penemuan mayat perempuan diduga korban penganiayaan. (Kevin Nizar) 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Perkara sepele berupa bumbu pecel yang habis diduga menjadi pemicu aksi penganiayaan keji yang merenggut nyawa Khoiriah alias Puji (47), seorang wanita penyandang disabilitas di Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang. Fakta baru ini terungkap di tengah proses ekshumasi yang dilakukan kepolisian untuk kepentingan otopsi.

​Ketua RT setempat, K, mengungkapkan bahwa insiden tersebut dipicu amarah sang kakak yang kini telah diamankan polisi.

Baca Juga

“Katanya karena menghabiskan bumbu pecel. Kakaknya marah lalu memukul korban. Bahkan sempat ditinggal kerja, kemudian pulang lagi dan memukul korban lagi,” ungkap K.

​Aksi penganiayaan itu diduga dilakukan secara membabi buta. Berdasarkan temuan warga, korban mengalami luka parah di berbagai bagian tubuh. “Ada luka di pelipis, telinga sampai keluar darah, punggung, leher bagian depan seperti bekas cekikan, pergelangan tangan, sama kaki,” ujar K.

​K menjelaskan bahwa penganiayaan diduga menggunakan berbagai benda keras. “Semua dipukuli soalnya. Pakai gagang sapu, pakai ulek-ulek. Lebam-lebam semua,” tambahnya.

Bahkan, korban sempat mencoba menyelamatkan diri melalui jendela kamar, namun upaya tersebut gagal. “Sempat mau kabur lewat jendela, tapi ditarik lagi masuk. Terus dipukuli lagi,” jelasnya.

​Kejadian memilukan ini disaksikan oleh warga sekitar melalui pintu kamar kos yang terbuat dari material kaca. “Kalau saya tidak dengar langsung. Yang melihat itu tetangga sebelah. Soalnya pintunya kaca, jadi kelihatan,” tutur K.

Selain dipukul, korban diduga sempat dibenturkan ke tembok. “Sama dibenturkan ke tembok. Cukup banyak lukanya,” imbuh K.

​Kondisi jenazah baru diketahui warga saat mereka diminta membantu mengangkat tubuh korban dari kamar mandi pada Jumat (12/6/2026) siang. Saat itu, pihak keluarga berdalih korban hanya pingsan, padahal nyawanya telah tiada.

“Tetangga diminta membantu mengangkat korban dari kamar mandi. Katanya cuma semaput atau pingsan, tapi kondisinya sudah tidak bernyawa,” kata K.

​Meski pihak keluarga sempat menolak melapor ke polisi dengan alasan ingin diselesaikan secara kekeluargaan, kasus ini kini telah ditangani Polres Jombang. Polisi pun telah melakukan pembongkaran makam korban di Dusun Pajaran, Peterongan, untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban melalui autopsi.

Berita Terkait