Terekam, Komplotan Maling Gasak HP Toko Bangunan di Jombang

Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian hp di toko bangunan yang ada di Jl A. Yani Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Aksi pencurian menyasar sebuah toko bangunan dan perlengkapan triplek Abdilla Plywood yang berada di  Jl. A.Yani Nomor 17, Desa/Kecamatan/Kabupaten Jombang. Komplotan yang diduga berjumlah tiga orang berhasil menggasak satu unit ponsel operasional toko saat kondisi penjaga sedang lengah melayani pembeli.

​Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (6/3/2026) pagi sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Saat kejadian, toko hanya dijaga oleh seorang karyawan lantaran rekan kerjanya sedang pergi untuk mengirim barang.

Baca Juga

​Menurut penuturan Mareta Adinda, salah satu penjaga toko yang menjadi korban pencurian, situasi toko saat itu mendadak ramai dengan kedatangan tiga orang pria secara hampir bersamaan. Meski awalnya berlagak tidak saling kenal saat memasuki toko, mereka diduga kuat merupakan satu komplotan yang berbagi peran untuk mengelabui penjaga toko.

​Salah satu pelaku sempat berpura-pura hendak membeli amplas seharga Rp5 ribu. Namun, karena aturan toko mewajibkan pembelian minimal 1 meter seharga Rp8 ribu, pria tersebut menolak. Ia kemudian meminta Dinda untuk mendahulukan pembeli lain, yang diduga merupakan bagian dari komplotannya sendiri, guna memecah konsentrasi korban.

​”Tadi itu ada tiga orang yang datang ke sini. Terus satu orang ini sudah dari tadi beli banyak printilan-printilan. Terus saya siapkan printilannya, orangnya beli amplas itu 7 meter. Nah, pas saya sedang menggunting amplas, ada telepon masuk ke HP toko,” ujar Dinda saat dikonfirmasi.

​Ia melanjutkan, setelah mengangkat telepon tersebut, ia meletakkan ponsel operasional itu di dekatnya, tepat di area rak-rak pajangan. Setelah selesai menggunting amplas, pembeli tersebut berniat membayar menggunakan gesek kartu.

Namun karena transaksi gesek tidak bisa dilakukan, Dinda menawarkan pembayaran via QRIS. Pria tersebut menolak dengan alasan tidak memiliki saldo elektronik dan pamit keluar untuk mengambil uang tunai di ATM BRI terdekat.

​Kecurigaan baru muncul saat Dinda hendak mengirim pesan kepada pelanggan lain menggunakan ponsel operasional toko. Ketika dicari di tempat semula, ponsel Android tersebut sudah tidak ada di tempatnya.

​”Saat saya cari, kok tidak ada. Saya telepon menggunakan HP toko yang saya bawa ini, awalnya berdering tapi tidak diangkat. Terus saya cari di rak-rak, semuanya sudah tidak ada. Pas saya telepon lagi, statusnya sudah memanggil (tidak aktif/di luar jangkauan),” lanjut Dinda.

​Sadar menjadi korban pencurian, Dinda langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak HRD perusahaan. Berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang di area meja kasir, terungkap bahwa saat Dinda lengah, salah satu pelaku dengan cepat menyikat ponsel tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam saku jaket.

​Akibat kejadian ini, korban mengaku sangat terpukul dan pusing. Meski nilai unit ponsel Android tersebut tidak seberapa, nomor yang ada di dalam ponsel tersebut sangat krusial karena berisi data dan kontak seluruh customer yang kerap memesan barang ke toko bangunan tersebut.

​Pihak toko mengonfirmasi bahwa kasus kehilangan ini sengaja tidak dilaporkan ke pihak berwajib. Mereka memilih jalur alternatif dengan menyebarkan rekaman CCTV ke media sosial agar memberikan efek jera kepada para pelaku.

Berita Terkait