Warga Ngoro Jombang Merawat Kenangan Masa Kecil Melalui Mesin Pemutaran Film Jadul

Foto: Slamet Mujiono warga Dusun Krenggan, Desa Kauman, Ngoro. Sedang memanaskan mesin pemutaran film jadul miliknya dengan cara dihidupkan selama 5 menit sampai 10 menit. (Wahyu/KabarJombang).
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang – Slamet Mujiono (43) Warga Dusun Krenggan, Desa Kauman, Kecamatan Ngoro, Jombang, tetap berupaya menjaga memori masa kecilnya hingga masa remajanya lewat alat elektronik klasik, yakni mesin pemutaran film jadul.

Meski gemerlap bioskop yang sudah hampir menjamur di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Jombang, Ia masih terus melestarikan hingga merawat mesin film jadul tersebut. Tidak tanggung-tanggung alat tersebut masih berfungsi normal ditambah dengan koleksi kaset film gulung miliknya.

Baca Juga

Slamet Mujiono menjelaskan, selain untuk menjaga kenangan masa kecilnya, ia juga menyewakan alat pemutaran film jadul untuk acara-acara di setiap desa-desa yang ingin mengadakan nonton layar tancap.

“Mesin pemutaran film jadul ini saya simpan dan tidak akan saya jual karena alat ini merupakan tempat saya ketika ingin bernostalgia dengan masa kecil hingga masa remaja. Saya juga buka jasa penyewaan pemutaran film era 70, 80, samapi 90-an,” ujarnya.

Melalui mesin pemutaran film miliknya, seolah Salamet Mujiono dibawa kembali menuju kenangan ketika ia berduyun-duyun bersama keluarga maupun teman-temannya menghadiri acara nonton film layar tancap pada tahun 70-an. Rasa senang dan bahagia meliputi kenangan tersebut bersama film-film lawas.

“Terdapat suatu momen ketika saya masih kecil atau remaja. Ketika ada acara nonton layar tancap saya merasa senang bisa bermain dan nonton bersama, kemudian ketika berangkat saya bersama keluarga dan tetangga berangkat bersama-sama ramai-rami, seru kita masa itu, maka dari itu saya ingin melestarikan film layar tancap melalui penyewaan pemutaran film jadul,” ungkapnya.

Ia membeli alat pemutar film jadul di Kabupaten Kediri, tepatnya di Kecamatan Kandangan dengan harga Rp 2.700.000 dan harga kaset yang dibelinya seharga Rp 800.000 . Selain itu, Slamet Mujiono memiliki 10 koleksi kaset film gulungan dengan judul yang bermacam-macam. Mulai dari komedi, film laga, film horor, dan film kolosal.

Menurutnya, genre film yang paling sering dipesan oleh penyewa adalah genre film komedi, dan kolosal, seperti film Warkop DKI, film Rhoma Irama, dan film Saur Sepuh. Terlebih penonton film tahun 70, 80, 90-an, kebanyakan adalah anak-anak kelahiran tahun 2.000.

“Penontonnya tidak hanya orang-orang tua saja, melainkan lintas generasi mulai dari anak-anak remaja hingga anak-anak kecil. Kebanyakan mereka lebih suka film komedi Warkop DKI dan film Rhoma Irama,” ungkapnya.

Terdapat momen-momen tertentu ketika ramainya penyewaan pemutaran film jadul. Ramainya Pemesanan biasanya terjadi pada bulan Suro dan bulan-bulan kemerdekaan seperti bulan Agustus.

“Penyewaan ramai biasanya ketika bulan Suro dan Agustus. Kalau bulan Suro biasanya desa-desa melakukan kegiatan bersih desa kemudian mengadakan nonton layar tancap bareng dengan film era 80-an. Sedangkan, bulan Agustus biasanya mereka minta film-film yang bertemakan kemerdekaan atau perjuangan,” tambahnya.

Sekali pemutaran film, Slamet Mujiono memberikan 3 film. Acara pemutaran film dimulai pukul 20.00 WIB sampai Pukul 00.00 WIB, bahkan sampai pukul 01.00 WIB. Harga penyewaan pemutaran film mulai dari Rp800.000 tergantung pemesanan film yang diinginkan.

“Harga penyewaan kalau hanya pemutaran film dengan koleksi kaset film yang saya miliki seharga Rp800.00 belum termasuk soundnya. Kalau jadi satu dengan soundnya kurang lebih Rp1.000.000-an. Tergantung jarak yang ditempuh. Sedangkan, kalau ada yang memesan film lainnya seperti film Rhoma Irama atau film yang tidak saya miliki harganya nambah karena harus menyewa kaset tersebut di Mojokerto,” jelasnya.

Sementara itu, Slamet Mujiono turut menjelaskan cara perawatan mesin pemutaran film dan koleksi kaset lawasnya. Perawatan yang utama adalah mesin pemutaran film harus sering dipanasi dengan cara dihidupkan.

“Cara perawatannya mesin pemutaran film harus sering dipanasi dengan cara dihidupkan kurang lebih 5 menit sampai 10 menit. Kalau kasetnya harus tidak boleh berada ditempat yang lembab, terkena air, ataupun terkena paparan sinar matahari langsung,” ucapnya.

Saat ini, ia sering mendapatkan pemesanan tidak hanya di wilayah Kabupaten Jombang, melainkan di luar wilayah kabupaten Jombang, seperti Mojokerto, dan Sidoarjo.

Berita Terkait