JOMBANG, KabarJombang.com — Suasana berbeda tampak di bioskop New Star Cineplex (NSC) Linggajati Plaza Jombang pada Jumat (15/8/2025). Para warga tampak antusias menghadiri acara nonton bareng (nobar) film Believe, Takdir, Mimpi, dan Keberanian, yang diselenggarakan oleh Kodim 0814 Jombang.
Film yang diangkat dari buku Believe Faith, Dream, and Courage ini bukan sekadar tontonan aksi militer biasa. Ia hadir sebagai kisah yang menyentuh sisi terdalam kemanusiaan, menampilkan perjuangan seorang anak muda bernama Agus dalam menemukan kembali makna hidupnya dari masa remaja yang penuh amarah, hingga akhirnya menjadi sosok prajurit yang penuh dedikasi.
“Ini bukan hanya cerita tentang militer, tapi juga tentang keluarga, kehilangan, dan harapan,” ujar Fajar, salah satu penonton yang hadir. “Saya terharu, terutama saat adegan Agus mengenang perjuangan ayahnya. Rasanya seperti diingatkan kembali tentang arti sebuah pengorbanan,” lanjutnya.
Film ini memang membuka dengan tragedi gugurnya Serka Dedi, ayah Agus, dalam operasi militer Seroja tahun 1975. Peristiwa itu menjadi titik awal yang mengubah segalanya. Agus kecil tumbuh tanpa figur ayah, dan remaja yang kehilangan arah pun menjelma menjadi pribadi yang keras kepala dan mudah tersulut konflik.
Namun, kisah Agus tidak berhenti sebagai anak pemberontak. Dalam perjalanan menyusuri jejak sang ayah, ia menemukan kembali semangat pengabdian yang telah lama hilang. Film ini dengan apik menggambarkan transformasi Agus menjadi prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara emosional dan moral.
Di dunia militer, Agus dihadapkan pada realitas yang tak kalah berat. Ia harus menepis stigma masa lalunya, membuktikan diri kepada rekan-rekannya, dan menghadapi tantangan fisik maupun mental dalam setiap latihan dan penugasan.
“Cerita tentang bagaimana Agus menghadapi cemoohan dari rekan-rekannya sangat menyentuh. Ini menunjukkan bahwa perjuangan tidak selalu tentang medan tempur, tapi juga melawan luka batin,” ungkap Ulum, penonton lainnya.
Puncak kisah hadir ketika Agus dipercaya menjadi pemimpin tim dalam sebuah operasi militer. Ia dituntut untuk mengambil keputusan yang bukan hanya menyangkut nyawanya, tetapi juga rekan-rekan satu tim. Di sinilah nilai-nilai kepemimpinan dan tanggung jawab benar-benar diuji.
Meski dipenuhi dengan adegan laga yang intens, film Believe menawarkan lebih dari itu. Ia menjadi ruang refleksi, terutama bagi generasi muda, tentang bagaimana masa lalu bisa membentuk, tapi tidak harus membatasi masa depan.
Dan bagi warga Jombang yang hadir sore itu, film ini tidak hanya menjadi hiburan, melainkan juga pengalaman emosional yang mendalam.
“Kami ingin warga, terutama anak-anak muda, bisa melihat sisi lain dari seorang prajurit. Mereka bukan hanya sosok di balik senjata, tapi manusia dengan hati, luka, dan impian,” ujar Danramil 0814/07 Kabuh, Lettu Inf Sutrisno melalui Serka Bianto Babinsa Desa Sumberaji.
Menurutnya, dengan visual sinematik dan alur cerita yang kuat, Believe berhasil menggabungkan elemen aksi dan drama secara seimbang. Film ini menyentuh berbagai lapisan emosi penonton dari rasa kehilangan, marah, harapan, hingga kebanggaan.
“Acara nonton bareng ini menjadi bukti bahwa film, ketika dikemas dengan cerita yang kuat dan relevan, bisa menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, keberanian, dan kemanusiaan,” pungkasnya.









