‘Sun Flower Garden’ Wisata Flora yang Hiasi Kota Santri Jombang

Pengunjung saat menikati mekarnya bunga matahari, dan lokasi ini dimanfaatkan untuk berfoto.
  • Whatsapp

KUDU, Kabarjombang.com – Wisata bunga (flora) di Kabupaten Jombang, tampak jarang dikembangkan ketimbang wisata alam dan buah-buahan. Namun, munculnya wisata flora bernama ‘Sun Flower Garden’, tampaknya bisa menjadi salah satu jujugan berwisata.

Berlokasi di Dusun Bulurejo, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, warga Jombang dan sekitarnya serta pecinta traveling, bisa menikmati indahnya ribuan bunga matahari yang sedang bermekaran.

Baca Juga

Selain bisa memanjakan mata, di lokasi wisata ini, pengunjung juga bisa mengabadikan momen mekarnya bunga matahari berwarna kuning dengan berselfi maupun berswafoto. Atau bahkan sebagai baground pre-weeding.

Tenang, soal tiket masuk, pengunjung tak perlu khawatir merogoh kocek. Sebab, untuk bisa menikmati mekarnya ribuan bunga matahari ini, tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung, hanya dikenai tariff parkir kendaraan.

Namun siapa sangka, wisata buatan ini merupakan racikan seorang pemuda asal desa setempat bernama Akroma Hadi (22). Mahasiswa jurusan Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Airlangga ini, mampu menyulap lahan seluas 150 meter yang semula kosong, menjadi wisata flora.

“Harapannya, taman bunga matahari ini bisa menjadi salah satu ikon wisata flora di Jombang,” katanya saat berbincang dengan KabarJombang.com, sembari mengajak mengamati ribuan pohon bunga matahari, Minggu (8/3/2020) siang.

Agar lebih menarik perhatian pengunjung, dia menambahkan papan kayu dengan penyangga yang juga berbahan kayu, dengan beragam kata-kata lucu, seperti “Menantu Idaman”, “Ojo Kepo”, “Kapan Nikah”, hingga kalimat yang sedang tenar saat ini, yakni “Corona”.

Akroma Hadi menceritakan awal mula menggagas wisata tanaman bunga matahari yang berasal dari Amerika Tropik itu. Pada bulan Desember 2019 lalu, dirinya memperoleh 20 bibit tanaman bunga matahari dari daerah Jawa Tengah. Selain niatnya untuk mengusir hama, setelah tumbuh besar biji bunga matahari pun bisa dijual.

Memasuki awal Tahun 2020, bunga matahari tersebut berhasil dibudidayakan Hadi, hingga mencapai ribuan tanaman. Ide kreatif untuk dijadikan wisata pun muncul. Akhirnya, ladang miliknya itu pun difokuskan ditamani ribuan bunga matahari.

“Untuk penanamannya, saya mulai bulan Desember 2019. Sedangkan sampai berbunga, memerlukan waktu sekitar 100 hari lebih. Sebenarnya, saya dapat bijinya dari Taman Dewari Jawa Tengah. Waktu itu ada sekitar 20 biji pohon, kemudian saya punya inisiatif untuk mengembangkan dengan menanamnya di lahan saya yang kosong,” kata Akroma Hadi.

Menurutnya, bunga matahari memiliki banyak manfaat yakni menanggulangi hama seperti wereng dan sundep. “Jadi bisa membantu sawah warga sekitar juga, karena bunga matahari ini bisa membantu meningkatkan kualitas tanaman padi,” jelasnya.

Dikatakannya, bunga matahari bisa tumbuh dan mekar di dua musim sekaligus. Yakni musim hujan dan musim panas. Hanya saja, lanjut Hadi, perawatannya cukup susah. Dibutuhkan perawatan khusus, karena di lokasi tersebut diakuinya bukan tempat yang bagus untuk budidaya bunga matahari.

Meski begitu, berkat pengetahuannya, dia pun sukses berbudidaya bunga matahari. “Akhir-akhir ini, banyak pengunjung yang dating ke sini. Apalagi hari Sabtu dan Minggu, sangat banyak yang datang,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait