JOMBANG, KabarJombang.com – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 08 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026. Hingga pertengahan Mei, progres pembangunannya disebut telah mendekati 60 persen dan diprioritaskan dapat digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.
Bupati Jombang Warsubi melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, Selasa (19/5/2026). Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah memastikan percepatan pembangunan terus dilakukan, khususnya pada fasilitas utama penunjang kegiatan belajar mengajar.
Ia mengatakan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 58 persen. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Jombang juga mulai mempersiapkan proses penerimaan peserta didik baru sesuai arahan Kementerian Sosial.
“Pemkab Jombang diminta Kemensos membuka pendaftaran murid baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Jombang telah berkoordinasi langsung dengan Kemensos untuk memastikan pembangunan selesai tepat waktu. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, proyek ditargetkan rampung pada 27 Juni 2026.
Ia menyebut, sejumlah fasilitas utama menjadi prioritas penyelesaian, meliputi ruang kelas, asrama siswa, masjid, hingga kantin.
“Yang paling utama diselesaikan adalah ruang kelas, asrama, tempat ibadah, dan fasilitas makan untuk anak-anak,” katanya.
Selain pembangunan fisik, proses rekrutmen calon siswa mulai dilakukan. Program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Warsubi menegaskan seluruh kebutuhan pendidikan siswa akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya sekolah, makan dan minum, hingga perlengkapan belajar.
“Harapannya anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa sekolah dengan baik karena semuanya sudah disediakan pemerintah tanpa biaya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Jombang dari Waskita Karya, Taufik, mengatakan progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 59 persen, sedangkan khusus bangunan di Jombang sekitar 60 persen.
Ia memastikan pihak kontraktor berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target pemerintah pusat.
“Kami berupaya agar pembangunan bisa selesai sesuai arahan Presiden dan Menteri. Target kami pada 20 Juni sudah dapat dioperasionalkan,” ujarnya.
Menurutnya, pengerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian ruang kelas, asrama, kantin, dan fasilitas ibadah. Sedangkan fasilitas tambahan seperti gedung serbaguna akan diselesaikan pada tahap berikutnya.
“Harapannya awal Juli nanti seluruh kelengkapan sudah siap sehingga anak-anak bisa mulai bersekolah secara penuh,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Pemkab Jombang dan Kementerian Sosial terkait perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
Dalam pertemuan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul disebut memastikan proyek tetap ditargetkan selesai sesuai jadwal.
“Kalau pembangunan SR permanen kami kurang paham detail penyelesaiannya karena itu ranah Kementerian PU dan Kemensos. Tetapi waktu di Kemensos kemarin, Gus Ipul menjamin pembangunan selesai tepat saat mulai ajaran baru 2026/2027,” ujarnya.
Ia menambahkan, dua pekan sebelum dirinya menghadiri pertemuan di Kemensos, progres pembangunan Sekolah Rakyat diperkirakan telah mencapai sekitar 57 persen.
Proyek pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat dikerjakan dengan nilai kontrak mencapai Rp1,165 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat di lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban.









