Pesantren di Jombang Kembangkan Ekonomi Mandiri Lewat Agribisnis Lele untuk Pasok MBG

Foto : Penen ikan lele di Pesantren Desa Ngudirejo, Diwek, Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Upaya Pondok Pesantren Abdul Hadi di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang, dalam memperkuat kemandirian ekonomi mulai menunjukkan hasil signifikan. Unit budidaya lele yang dikelola pesantren tersebut kini menjadi salah satu pemasok penting kebutuhan ikan segar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jombang.

Lonjakan permintaan dari program pemerintah itu membuat aktivitas panen dan distribusi berlangsung nyaris tanpa henti. Pengelola budidaya, Ahmad Syaikhu, menyampaikan bahwa pihaknya setiap hari harus memastikan pasokan lele dalam jumlah besar.

Baca Juga

“Setiap panen biasanya ada pesanan sekitar tiga ton. Jadi kita siapkan rutin tiap hari,” ujarnya saat ditemui di area kolam, Sabtu (15/11/2025).

Di luar program MBG, pasar lokal juga tetap menyerap produksi mereka. Harga lele segar dilepas Rp 20 ribu per kilogram, dengan distribusi harian mencapai 5–6 kwintal.

Menurut Syaikhu, keberhasilan budidaya ini ditunjang perawatan intensif sejak benih berukuran 7–9 cm hingga masa panen sekitar tiga hingga tiga setengah bulan. Untuk menjaga kualitas daging, pihaknya memilih menggunakan pakan pelet premium.

“Kami pakai pelet Safir seharga Rp 375 ribu per sak, tanpa campuran pakan alternatif. Itu untuk menjaga kualitas dan bobot ikan tetap sesuai standar,” jelasnya.

Budidaya yang telah berjalan 3,5 tahun di bawah arahan KH Ahmad Machrus ini kini memanfaatkan 80 kolam yang aktif berproduksi. Lele diberi pakan lima kali sehari guna memaksimalkan pertumbuhan.

Syaikhu menambahkan, kehadiran program MBG memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan permintaan. Banyak satuan penyelenggara program yang menginginkan ikan segar hidup maupun ikan yang sudah dibersihkan.

“Alhamdulillah serapan meningkat. Kita juga menyediakan lele bersih maupun yang siap masak sesuai kebutuhan,” katanya.

Tak hanya memasok ikan segar, pesantren juga mulai mengembangkan lini usaha baru berupa produk olahan lele berbumbu yang dikemas siap masak. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas nilai tambah dan memperkuat ekonomi pesantren.

Dengan kapasitas produksi yang terus meningkat serta pasar yang stabil, budidaya lele Pesantren Abdul Hadi kini menjadi model pengembangan ekonomi pesantren yang dinilai berhasil dan berkelanjutan.

Berita Terkait