Pengiriman MBG di SMPN 1 Jombang Terlambat Setiap Hari, Ratusan Siswa Tak Kebagian, Dewan Pendidikan Turun Tangan

Foto : Dewan Pendidikan Jombang saat lakukan kunjungan ke SMPN 1 Jombang atas laporan MBG yang setiap hari telat. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di SMP Negeri 1 Jombang dikeluhkan pihak sekolah karena sering mengalami keterlambatan pengiriman dan kekurangan jumlah makanan. Keluhan tersebut memicu perhatian Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang yang langsung turun ke sekolah pada Senin (8/9/2025).

Kepala SMPN 1 Jombang, Rudy Priyo Utomo atau yang akrab disapa Yoyok, mengungkapkan bahwa pengiriman MBG ke sekolahnya setiap hari datang terlambat dari jadwal semula.

Baca Juga

“Semula kan dijadwalkan tiba jam 9 pagi, tapi kenyataannya setiap hari datang sekitar jam 12 lebih. Ini mengganggu waktu makan siswa,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pada Rabu, 3 September 2025 yang lalu, terjadi kekurangan makanan cukup signifikan. Dari total 993 siswa, sebanyak 529 porsi tidak dikirim.

“Itu setara dengan kekurangan di 16 kelas dari total 31 kelas. Hari Senin dan Selasa lengkap, tapi Rabu kemarin terjadi kekurangan,” jelasnya.

Meski sempat ada rencana penggantian makanan yang kurang, hingga kini belum ada tindak lanjut nyata dari pihak penyedia.

“Kami sudah berencana membuat surat permohonan resmi untuk penggantian. Ini bentuk perlindungan terhadap hak siswa. Kami minta penggantiannya dikirim minggu ini,” tegas Yoyok.

Masalah tidak berhenti di situ. Menurut laporan dari siswa dan orang tua, beberapa makanan yang dikirim juga ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Sayur ada yang basi, ayamnya juga ada yang masih merah, seperti belum matang. Ini dikhawatirkan berdampak pada kesehatan siswa,” tambahnya.

Menanggapi situasi tersebut, pihak sekolah mengundang Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang untuk ikut mengevaluasi pelaksanaan MBG di sekolah.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, Cholil Hasyim, menyatakan bahwa pihaknya akan mendampingi proses evaluasi program tersebut.

“Kami datang atas undangan SMPN 1 Jombang untuk mereview pelaksanaan MBG sejak 1 September 2025. Kami menerima laporan keterlambatan dan kekurangan pengiriman. Untuk kekurangan memang hanya terjadi pada Rabu, tapi tetap perlu perbaikan serius,” kata Cholil.

Ia juga menambahkan bahwa penggantian makanan yang kurang telah disanggupi oleh pihak vendor, meski realisasinya masih ditunggu.

“Kami imbau agar ini tidak terulang. Jika sekolah merasa dirugikan, bisa saja mempertimbangkan sanksi atau evaluasi kontrak. Tapi itu kami kembalikan kepada pihak sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait keluhan tersebut, Lilis Wijayati selaku vendor SPPG Kepatihan Yayasan Puspa Wijaya Abadi mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Saya akan kroscek dulu terkait hal tersebut,” ujarnya singkat.

Berita Terkait