Terkendala Listrik, Pengelolaan Situs Sumberbeji Ngoro Jombang Belum Maksimal

Situs pertirtaan Sumberbeji yang tenggelam. (Daniel).
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang.com – Karena masih banyak kendala yang harus dihadapi, salah satunya adalah listrik. Setelah ekskavasi tahap kedua, situs pertirtaan sumberbeji yang ditargetkan terlihat lantai dasar sampai sejauh ini belum terealisasi.

Usai ekskavasi tahap dua, belum terlihatnya lantai dasar dari situs pertirtaan ini dikarenakan bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit ini erat kaitnya dengan saluran air sehingga butuh strategi khusus dalam penanganannya.

Baca Juga

Menurut Hana, anggota paguyuban situs mengatakan,  hasil dari eskavasi tahap dua itu ditemukan saluran air keluar (buangan air) dan juga berhasil mengangkat satu jaladwara.

“Ditemukannya saluran air keluar itu, kita sudah buatkan bak kontrol untuk menyedot air dari situs. Jika hanya mengandalkan saluran air kecil untuk mengalirkan air keluar, tetap saja situs masih terendam,” katanya pada KabarJombang.com, Sabtu (3/4/2021).

Dari bak kontrol itu, pompa sible (penyedot air) sebanyak tiga unit dikerahkan untuk mengupayakan dan mengatur sirkulasi air guna menampakkan lantai dasar bangunan.

“Ketika pompa sible itu digunakan secara bersamaan untuk mengatur sirkulasi air terkendala voltase listrik yang tidak stabil,”tambahnya.

Sementara Kepala Desa Kesamben, Ngoro, Wandoko Sungkowo Yudha, membenarkan jika selama ini target menampakkan lantai dasar situs belum tercapai karena adanya masalah voltase jaringan listrik yang tidak sesuai. Selain merugikan, hal tersebut juga menghambat proses pemugaran situs.

“Sebenarnya hak pemakaian itu voltasenya 220, akan tetapi kenyataanya di lapangan voltasenya hanya 140. Janganlah voltaesenya diturunkan kan itu hak kami,” paparnya.

Jika kendala voltase listrik belum teratasi sejuh ini, maka situs pertirtaan Sumberbeji akan terus menerus terlihat tenggelam. Sebab jika voltase turun maka akan mempengaruhi kinerja dari pompa sibel.

“Kalau watt kita pasangnya 5.500, satu sibel itu 1.200 watt kalau disini memakai tiga sibel supaya hasil maksimal menghabiskan 3.600 watt. Kan itu masih lebih banyak ? mengapa kok ini tidak kuat,” keluhnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar dapat bersinergi dengan semua pihak-pihak terkait. Hal itu supaya Situs Pertirtaan Sumberbeji yang berlokasi di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro Jombang, dapat dikelola secara maksimal sebagai warisan kebudayaan.

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait