Pembatas Jembatan Gerbang Desa Puton Diwek, Jombang Ambrol Usai Hujan Deras, Warga Keluhkan Belum Ada Penanganan

Foto : Kondisi pembatas jembatan di gerbang masuk Desa Puton, Diwek, Jombang yang ambrol akibat tergerus air dan hujan deras. (Istimewa)
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Kerusakan pembatas jembatan di gerbang masuk Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, kini semakin parah. Pembatas jembatan sisi utara dilaporkan ambrol dan roboh setelah diguyur hujan deras beberapa hari lalu, memperbesar potensi bahaya bagi pengguna jalan.

Hendrik, warga Desa Puton, menjelaskan bahwa ambrolnya pembatas jembatan terjadi sekitar tiga hari lalu saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Baca Juga

“Kejadiannya sudah tiga hari yang lalu, waktu hujan deras kemarin, Mas. Pembatas jembatannya longsor dan roboh,” kata Hendrik, saat dikonfirmasi pada Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, hingga saat ini belum ada penanganan dari pihak desa maupun instansi terkait. Kondisi jembatan masih dibiarkan terbuka tanpa pengaman yang memadai.

“Per hari ini belum ada penanganan. Cuma dikasih gantar sama tanda kayu seadanya dan ditanami pohon,” ujarnya.

Hendrik juga mengungkapkan bahwa pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Puton belum melakukan tindakan apa pun. Saat ditanya langsung, TPK disebut masih menunggu tanpa ada kejelasan pelaksanaan perbaikan.

“Saya temui TPK desa tadi, informasinya belum ada pelaksanaan, belum ada tindakan apa pun,” ungkapnya.

Pembatas jembatan yang ambrol diperkirakan sepanjang tiga hingga hampir empat meter. Bagian yang rusak merupakan sisi utara jembatan, yang sebelumnya sudah mengalami keretakan dan kini semakin parah akibat tergerus air hujan.

“Itu kurang lebih tiga meteran, hampir empat meter. Ambles karena air hujan, bagian pembatas jembatan sisi utara yang dulu sudah retak,” jelas Hendrik.

Kondisi ini menurutnya membuat warga semakin khawatir, mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama keluar masuk Desa Puton dan kerap dilalui pengendara roda dua, petani, serta truk bermuatan hasil pertanian.

Pihaknya menilai pemasangan tanda kayu sementara tidak cukup untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Ia berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum terjadi kecelakaan.

Sementara itu, Kepala Desa Puton, Minardi, saat dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban.

Berita Terkait