MOJOWARNO, KabarJombang.com – Setelah sempat ditutup total akibat ambrolnya abutmen, jembatan penghubung di Dusun Kempreng, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, kini kembali dibuka secara terbatas.
Pemerintah Kabupaten Jombang membuka akses darurat khusus kendaraan roda dua pada Jumat (20/2/2026) siang, setelah penanganan sementara rampung dilakukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, menjelaskan bahwa perbaikan darurat dilakukan dengan memasang bambu sebagai penahan serta anyaman bambu (gedek) sebagai alas di sisi jembatan yang sebelumnya ambrol.
“Untuk sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat maupun kendaraan berat masih dilarang melintas karena kondisi konstruksi belum sepenuhnya aman,” tegas Bustomi.
Ia menambahkan, pembangunan permanen masih menunggu ketersediaan anggaran. Sementara itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama, terutama di tengah musim hujan yang berpotensi meningkatkan debit air sungai.
Menurutnya, akses darurat tersebut telah dibuat sesuai prosedur penanganan kedaruratan infrastruktur. Meski demikian, pengendara diminta tetap berhati-hati saat melintas.
“Karena ini sifatnya darurat, pengendara harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan, jangan berboncengan melebihi kapasitas, dan melintas secara bergantian agar beban tidak bertumpu dalam satu waktu. Jangan ngebut dan tetap antre,” ujarnya.
Dinas PUPR juga akan melakukan pemantauan berkala, terutama saat hujan deras, untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan arus sungai yang dapat menggerus penahan sementara.
Sebelumnya, jembatan yang menghubungkan Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, dengan Desa Tebel, Kecamatan Bareng, ditutup total akibat ambrolnya abutmen di sisi utara. Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1950-an itu menjadi akses vital warga antar desa dan kecamatan.
Dengan dibukanya jalur darurat untuk roda dua, mobilitas warga Dusun Kempreng dan Dusun Guwo kini sedikit terbantu. Namun, pengguna kendaraan roda empat masih harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh.
Pemkab Jombang memastikan akan mengkaji penanganan permanen agar kerusakan tidak terus berulang, mengingat usia jembatan yang sudah tua serta tingginya risiko penggerusan saat musim hujan.








